Minggu, 26 Januari 2014

“Cara Masak Pasta Agar Tidak Lengket” plus 2 more

“Cara Masak Pasta Agar Tidak Lengket” plus 2 more


Cara Masak Pasta Agar Tidak Lengket

Posted: 26 Jan 2014 03:05 AM PST

pasta kerap kali orang selalu memberikan minyak di dalam pasta ketika merebusnya supaya pasta tidak lengket. Padahal, cara seperti ini salah adanya.


Kebiasaan menambahkan minyak pada saat merebus pasta bukan membuat pasta jadi enak dikonsumsi, secara kasat mata memang pasta akan tak lengket. Tapi, dari segi rasa ketika makan maka pasta akan terasa keset di lidah.

"Buat apa Anda menaruh minyak di dalam pasta? Tidak ada fungsinya dengan menambahkan minyak ke dalam pasta, yang terjadi adalah pasta jadi nggak enak dimakan, pasta jadi berminyak dan di lidah akan terasa keset," ucap Rossana Vignolo, Chef resto Mamma Rossy kepada Okezone di Jakarta.

Chef asal Itali ini memberikan tips buat Anda dalam memasak pasta supaya tidak lengket, sehingga seusai memasak pasta akan jadi lebih enak.

"Sebelum pasta dimasak, maka lumuri dahulu pastanya dengan tepung. Caranya, taruh tepung di dalam nampan yang bersih kemudian berikan aduk pastanya ke dalam nampan yang sudah diberi tepung kemudian diamkan," lanjutnya.

Menurutnya, dengan menggunakan tepung maka pada saat dimasak pasta akan memberikan jarak antara pasta yang satu dengan yang lainnya.

Proses pendiaman pasta yang sudah dibalur dengan tepung adalah cukup 10 hingga 15 menit, waktu ini berlaku pada pasta kemasan. Tapi, bila memakai pasta yang fresh maka bisa disimpan dahulu di dalam kulkas.

"Kalau pastanya fresh maka bisa menaruh di freezer, lalu setelah ditaruh di freezer bisa langsung rebus pastanya, maka pasta tidak akan lengket," paparnya.

Terakhir adalah penggunaan air yang dipakai untuk merebus pasta. Untuk memasak pastanya, maka suhu air jangan terlalu mendidih.

"Air yang mendidih akan membuat pasta jadi cepat lengket karena suhu panas yang cukup tinggi. Kemudian, dalam memasak pasta jangan menaruhnya saat air masih dingin, karena akan membuat pasta akan sulit berkembang. Nah, untuk memasak pasta maka gunakan air tidak perlu sampai mendidih, lalu taruh pastanya, maka pasta tidak akan tercampur," tutupnya. (uky)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Mamma Rosy, Restoran Keluarga Berbalut Tradisional Otentik Italia

Posted: 26 Jan 2014 01:09 AM PST

KULINER Italia banyak tersebar di Indonesia, tapi untuk mendapatkan aroma dan rasa yang khas Itali sangat susah ditemukan. Nah, bagi Anda yang ingin merasakan kelezatan makanan Italia yang masih original maka bisa menyambangi restoran Mamma Rosy.

Restoran yang berada di Kemang Raya ini memang menampilan sentuhan hommy dalam memanjakan konsumennya, terlebih Anda jangan kaget bila seluruh pelayannya memakai seragam layaknya rumahan.

"Kami ingin menampilkan restoran seperti berada di rumah sendiri, karena memang restoran Mamma Rosy ini adalah restoran keluarga kami sendiri. Jadi, kami ingin membuat konsumen terasa lebih enjoy dan nyaman," ucap Daniel Vigone, selaku pemilik restoran Mamma Rosy kepada Okezone di Jakarta.

Demi mempersembahkan kuliner asli Itali, maka racikan makanannya pun diolah dari tangan Ibunya, yakni Mamma Rosy. Oleh karena itulah restoran asli Itali ini diberi nama sang bundanya.

Sentuhan kulinernya pun berasal dari daerah Liguria yang terletak di bagian utara Itali. Dimana, makanannya sangat mengutamakan sisi kesehatannya. Tak dipungkiri olehnya, makanan Itali yang dibuatnya tak mengalami perubahan seperti di ranah kelahirannya.

"Kami sengaja tak mengubah rasa keasliannya, supaya para konsumen bisa merasakan makanan asli Itali itu seperti apa. Sehingga, ketika menikmatinya maka mereka bisa merasakan perbedaan yang ada dari makanan yang kami buat," lanjutnya.

Tak hanya menyuguhkan kuliner dari Itali, tetapi penggunaan bahan makanannya pun didatangkan langsung dari Liguria, Itali. Otomatis, rasa otentik tradisionalnya pun sangat terasa ketika dikonsumsi.

"Kami lebih mengutamakan kualitas dari makanan yang dimasak, sehingga tidak akan ada kesan merubah rasa aslinya," paparnya.

Demi memuaskan para konsumennya, maka pihaknya pun menegaskan bila semua masakan yang dihasilkan adalah 100 persen sangat fresh. Terlebih, kuliner yang dibuat ketika pesanan tiba.

"Semua bahan yang kami pakai adalah fresh, untuk pastanya kami buat sendiri sehingga ketika dimakan citarasa kesegarannya bisa terasa di mulut. Bila bahan terdapat sisanya, maka langsung kami buang," tegasnya.

Beragam makanan yang bisa dinikmati adalah filletto alla liguire, ravioli al ragu, pizza dolcevita, grill fish alla Napoli,  vermicelli, conchiglie, spaghetti bolognaise, steak.

Bagi Anda yang masih penasaran dengan rasanya, maka bisa menyambangi restoran Mamma Rosy yang hadir mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB. Untuk sajian kulinernya, maka Anda hanya merogoh kocek Rp39 ribu hingga Rp150 ribu. (uky)
(ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Gak Pede Bikin Amanda Sutanto Ogah Masak

Posted: 25 Jan 2014 11:05 PM PST

BANYAK orang tak suka masak karena menganggap memasak cukup sulit dilakukan, berbeda dengan artis cantik Amanda Sutanto yang mengaku suka merasa kurang percaya diri saat memasak.
"Aku itu orangnya enggak pede, makanya aku jadi enggak suka masak, khawatirnya masakan yang dibuat jadi enggak enak dimakan," ucap Amanda Sutanto kepada Okezone di Jakarta.

Bintang film 12 menit untuk selamanya ini mengaku pernah mencoba memasak. Namun apa daya, masakan yang diolahnya tak enak dimakan, padahal ia mengaku sudah mengikuti resep saat memasak.

"Setiap aku masak rasanya kurang enak, padahal semua aturan memasaknya sudah diikuti tapi tetap nggak enak. Kalau cuma sekali atau dua kali aku masih nggak masalah, tapi ini sudah sering kali jadinya ogah buat masak," lanjutnya.

Kesulitan dalam memasak, baginya adalah di saat memasukkan bahan makanan serta bumbu yang digunakan. Siswa SMA Pelita Harapan ini kerap mendapatkan masakan jadi hambar usai dimasak.

"Aku tuh sering banget kalau habis masak, makanan aku jadi nggak enak, rasanya kurang sedap. Karena sering mengalami hal tersebut, jadinya aku males buat masak," paparnya.

Selain penggunaan bumbu dan bahan masakan belum tepat, Amanda merasa saat masakan terlalu membahayakan dirinya khususnya pada saat menumis.

"Saat masak, aku suka merasa ngeri kalau pas menumis khususnya banyak percikan minyak. Apalagi kalau masak ikan atau menggoreng telur," tutupnya. (uky)
(ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Tidak ada komentar: