Minggu, 19 Januari 2014

“Chef Marinka Takkan Muncul di MasterChef Indonesia Season 4?” plus 2 more

“Chef Marinka Takkan Muncul di MasterChef Indonesia Season 4?” plus 2 more


Chef Marinka Takkan Muncul di MasterChef Indonesia Season 4?

Posted: 19 Jan 2014 03:28 AM PST

TIAP  tahun selalu ada saja juri yang diganti di Galeri MasterChef Indonesia. Yang masih bertahan adalah Chef Marinka, tapi kemunculannya pada kompetisi memasak amatir tersebut pada tahun ini belum bisa dipastikan.

Tiga musim alias tiga tahun sudah tayangan MasterChef Indonesia menghiasi layar kaca dan berhasil merangkul banyak penggemar. Segala tantangan selalu mengundang rasa penasaran, juga para peserta dengan kemampuannya yang meski amatir di industri kuliner, ternyata patut diacungi jempol. Tak ketinggalan adalah para jurinya.

Pada musim pertama, tiga juri yang muncul adalah Chef Vindex, Chef Marinka, dan Chef Juna. Di musim kedua, Chef Vindex mengundurkan diri dan diganti dengan Chef Degan. Sementara pada musim ketiga, gantian Chef Juna yang tidak lagi muncul dan digantikan oleh Chef Arnold. Di antara ketiga musim, hanya Chef Marinka yang masih bertahan. Tak pelak memunculkan pertanyaan, akankah chef mungil ini akan kembali mewarnai Galeri MasterChef Indonesia Season 4 tahun ini?

"Belum tahu. Kalau ditawari, saya pertimbangkan. Kalau emang oke dan cocok, bolehlah. Cocok jadwal dan bujet lah," katanya, sembari tertawa, kepada Okezone di Gedung HighEnd, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, baru-baru ini.

Chef Marinka sendiri mengaku tidak memiliki ketakutan bila posisinya sebagai juri kemudian digantikan oleh chef lain. "Kan sudah tiga kali, sebenarnya sudah cukup," imbuh perempuan kelahiran 22 Maret 1980 ini.

Sebenarnya, Chef Marinka sudah merasa nyaman dengan suasana di Galeri MasterChef, dengan pra kru yang senantiasa mengisi hari-harinya selama syuting. Meski setiap tahunnya kadang diganti, Chef Marinka tetap bisa merasakan kenyamanan itu. Apalagi, menurutnya, pekerjaan apapun akan terasa lebih menyenangkan bila terbangun suasana nyaman dengan rekan kerja.

"Banyak yang diganti tiap tahun; juri dan kru, tapi terbentuk dengan baik kekeluargaan di antara kita," tuturnya.

Meski belum tahu apakah akan bergabung pada MasterChef Indonesia musim ini, Chef Marinka membocorkan tahun ini akan ada perbedaan. "Nanti lihat saja. Konsepnya kalau enggak salah beda, tantangannya yang pasti harus beda," tutupnya. (ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

10 Bumbu Pelezat Semur Nusantara

Posted: 19 Jan 2014 01:06 AM PST

KELEZATAN semur tentu dipengaruhi pilihan bumbu dan bagaimana meraciknya dalam padanan dan komposisi yang pas. Karena itu, bumbu penting dalam pembuatan semur.

Mari simak beberapa jenis bumbu yang umumnya digunakan di dalam semur, seperti dilansir dari buku Bango Cita Rasa Nusantara: Koleksi Resep Semur karya Bango:

Bawang merah. Hampir semua semur tradisional menggunakan bawang merah. Pilihlah bawang merah yang keras, tidak ada bagian yang lembek, mulus (tidak kehitaman), dan kering. Bawang merah yang basah kemungkinan sudah busuk atau hampir busuk.

Bawang putih. Tidak semua semur tradisional menggunakan bawang putih, tetapi kehadiran bawang putih menyumbang kelezatan semur yang tidak sedikit dan memberi aroma khas. Penggunaannya tidak sebanyak bawang merah. Misal, kalau bawang merah menggunakan 8 butir, maka bawang putih hanya 3-4 siung.

Biji pala. Kehadiran biji pala memberi ciri khas pada semur. Tanpa pala, masakan terasa seperti hanya masak kecap, bukan semur.

Daun salam. Beberapa semur tradisional memanfaatkan daun salam untuk memberi aroma yang khas. Penggunaannya hanya 2-3 helai.

Kecap manis. Semur yang enak, pas rasa manisnya. Rasa manis ini datang dari kecap manis.

Jahe. Tidak semua bumbu semur tradisional menggunakan jahe, tetapi untuk semur yang dibuat dari daging sebaiknya menggunakan jahe untuk membantu menghilangkan amisnya.

Kemiri. Semur-semur yang menggunakan kemiri, warnanya lebih keruh ketimbang semur yang tidak menggunakan kemiri. Rasanya lebih gurih karena kemiri mengandung lemak.
Ketumbar. Kenyataannya, hanya sedikit semur tradisional yang menggunakan ketumbar.

Serai. Tidak semua semur menggunakan serai. Pemakaiannya cukup 2-3 batang, masing-masing diambil sekitar 6 cm dari bawahnya.

Lengkuas. Hanya beberapa semur tradisional Nusantara yang menggunakan lengkuas.

Tomat. Beberapa semur tradisional memanfaatkan tomat untuk memberi sentuhan kesegaran. Penggunaannya tidak boleh banyak karena rasa yang menonjol pada semur tetap harus datang dari kecap manisnya. (ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Semur Peranakan

Posted: 19 Jan 2014 12:28 AM PST

Fitri Yulianti - Okezone
Minggu, 19 Januari 2014 15:28 wib
detail berita
Semur peranakan (Foto: bango)
MENU yang dibubuhi kata "peranakan" biasanya merupakan hasil pencampuran dua budaya. Salah satunya tampak pada semur peranakan yang khas dari Bogor, Jawa Barat.

Bahan-bahan

:
500 gram daging sengkel, dipotong-potong
2 buah kentang, dipotong kotak atau panjang, goreng di dalam minyak panas sampai berkulit
6 butir bawang merah, diiris kasar
2 cm jahe, dimemarkan
2 buah tomat, dipotong-potong
1.000 ml air
4 sdm kecap manis
½ sdt garam
½ sdt merica
2 sdt pala bubuk
2 sdm margarin

Cara membuat:
1. Tumis daging di dalam margarin sampai berubah warna.
2. Tambahkan bawang merah, jahe, dan tomat. Aduk sampai layu.
3. Tuangkan air, biarkan mendidih.
4. Masukkan kentang, kecap manis, garam, merica, dan pala bubuk. Kecilkan api. Masak di atas api kecil sampai meresap.

Untuk 6 porsi

Resep disarikan dari buku Bango Cita Rasa Nusantara: Koleksi Resep Semur karya Bango (ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Tidak ada komentar: