Rabu, 29 Januari 2014

“Ditemukan, Salah Satu Dapur Tertua di Dunia!” plus 2 more

“Ditemukan, Salah Satu Dapur Tertua di Dunia!” plus 2 more


Ditemukan, Salah Satu Dapur Tertua di Dunia!

Posted: 29 Jan 2014 07:17 AM PST

Fitri Yulianti - Okezone
Rabu, 29 Januari 2014 22:17 wib
detail berita
Dapur purbakala yang ditemukan ilmuwan Israel (Foto: gizmodo)
TEL AVIV - Sebuah tim ilmuwan Israel baru-baru ini menemukan sebuah perapian raksasa di luar Tel Aviv. Temuan tersebut menjadi salah satu dapur tertua di dunia.

Dapur ini diperkirakan telah ada sekitar 300.000 tahun yang lalu, dengan periode pembuatan pada masa Paleolitik. Para ilmuwan kemudian menyebutnya salah satu dapur tertua yang pernah ditemukan di dunia.

Lantas, apa yang manusia purbakala masak dahulu? Para ilmuwan tidak menjelaskannya secara spesifik. Dalam siaran persnya, anggota tim penggalian, Dr Ruth Shahack-Gross, mencatat bahwa manusia purba menggunakan perapian untuk "memasak daging", namun dia tidak menjelaskannya secara spesifik.

Penemuan ini benar-benar mengagumkan. Shahack-Gross dan timnya menemukan banyak lapisan abu dan tulang hangus. Ini menunjukkan bahwa perapian tersebut digunakan berulang kali selama jangka waktu sangat lama.

"Temuan ini membantu kita untuk mengetahui titik balik penting dalam perkembangan budaya manusia, di mana manusia pada awalnya mulai teratur menggunakan api, baik untuk memasak daging ataupun sebagai focal point, semacam api unggun, untuk pertemuan sosial," jelas Shahack-Gross, seperti disitat dari Yahoo, Rabu (29/1/2014). (ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Mencari Nian Gao Simbol Kemakmuran di Kawasan Kota

Posted: 29 Jan 2014 06:40 AM PST

IMLEK tinggal menghitung hari, beragam persiapan mulai dilakukan warga Tionghoa. Salah satunya adalah kue keranjang sebagai sajian utama yang tak boleh dilewatkan.

Kue keranjang atau biasa disebut nian gao memang menjadi pilihan utama bagi warga Tionghoa dalam merayakan Imlek. Menurut Rani, penjual kue keranjang, ini memang merupakan ritual utama yang tak boleh dilewatkan.

"Kue keranjang atau nian gao selalu dibeli oleh masyarakat Tionghoa untuk dipakai sembahyang atau diberikan kepada tetangga maupun keluarganya," ucapnya kepada Okezone saat ditemui di kawasan Pancoran, Kota, Jakarta Barat, Rabu (29/1/2014).

Menurutnya, kue keranjang mulai digunakan sebagai sesaji pada upacara sembahyang leluhur; enam hari menjelang Imlek dan puncaknya pada malam menjelang Imlek. Ketika di rumah, nian gao dipakai sebagai sesaji. Kue ini biasanya tidak disantap sampai Cap Go Meh (malam ke-15 setelah Imlek) tiba.

Kata nian sendiri berarti "tahun" dan gao berarti "kue" yang juga berarti "tinggi". "Kue keranjang sering disusun tinggi atau bertingkat. Makin ke atas makin mengecil susunan kue ini. Hal ini bermakna peningkatan rezeki atau kemakmuran," paparnya.

Kue keranjang yang dijajakannya ini didatangkan langsung dari Medan, Tegal, Tangerang, dan Bangka Belitung. Meski datang dari beragam tempat, ia mengatakan bila kue keranjang tetap memakai bahan baku yang sama, yakni gula merah dan ketan.

"Yang bikin beda adalah rasanya. Kue keranjang dari Tegal, misalny, menghadirkan tiga rasa, yakni cokelat, pandan serta vanili," lanjutnya.

Kue yang disebut juga dengan nama dodol China ini biasanya disajikan dengan cara digoreng dengan menggunakan tepung dan telur ayam kemudian disajikan hangat. "Dulu, kue keranjang enggak punya banyak rasa seperti sekarang, hanya menghadirkan rasa original. Kalau sekarang ada yang diberi wijen, buah pepaya, dan cokelat. Semua dibuat demi memuaskan para penyukanya," jelasnya.

Bagi Anda yang ingin membeli kue keranjang, maka cukup merogoh kocek Rp20 ribu sampai Rp40 ribu per kilogram. Kue keranjang yang dijajakan di sini bisa dibeli mulai pukul 08.00 hingga 22.00 WIB. (ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Lima Hal Kegunaan Jeruk Lemon

Posted: 29 Jan 2014 06:37 AM PST

Johan Sompotan - Okezone
Rabu, 29 Januari 2014 21:37 wib
detail berita
Jeruk lemon bisa dipakai pada masakan untuk memberikan rasa yang berbeda ketika disantap (Foto:thekitchn)
PEMAKAIAN jeruk lemon selama ini bisa jadi sekadar alat pembersih saja. Padahal lemon bisa dipakai untuk memberikan rasa serta aroma tambahan pada makanan.

Berikut ini ada beberapa cara penggunaan jeruk lemon pada makanan sehingga kreasi memasak Anda jadi lebih banyak, seperti dilansir Thekitchn:

Ayam panggang
Anda bisa memberikan separuh jeruk lemon ketika sedang memanggang daging ayam

Salad
Peras jeruk lemon serta tambahkan saus vinegar yang tajam saat membuat salad

Minuman
Untuk minumannya, limun segar sangat baik saat musim panas. Maka berikan beberapa jeruk lemon di dalamnya. Minuman limun pun jadi enak dikonsumsi

Irisan lemon
Untuk memberikan tampilan lebih cantik, maka Anda bisa mengiris jeruk lemon atau memerasnya ke dalam teh panas atau es teh. Sensasi rasa minum teh pun jadi berbeda

Bekukan
Anda bisa juga memberikan ide beda dalam penggunaan jeruk lemon. Peras jeruk lemon yang ditaruh ke dalam mangkuk, kemudian isi ke dalam nampan es batu dan bekukan. Bila sudah beku, maka nikmatilah. (ade) (ftr)

Berita Terkait : Buah

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Tidak ada komentar: