Selasa, 14 Januari 2014

“Ikan Asin Bumbu Pedas, Pedasnya Nikmat” plus 2 more

“Ikan Asin Bumbu Pedas, Pedasnya Nikmat” plus 2 more


Ikan Asin Bumbu Pedas, Pedasnya Nikmat

Posted: 14 Jan 2014 08:02 AM PST

Johan Sompotan - Okezone
Selasa, 14 Januari 2014 23:02 wib
detail berita
Ikan asin bumbu pedas (Foto:pbase)
HAI chef, saya Vita (30) suka banget sama ikan asin. Biasanya sebatas digoreng biasa saja, padahal ingin mencicipi olahan lainnya. Bisakah chef beritahu olahan ikan asin lainnya, sehingga saat menyantapnya pun puas? Terima kasih jawabannya.

Vita - Jelambar

Jawab:
Mengolah ikan asin tergolong paling mudah ketimbang jenis lainnya, proses pembersihannya pun tak merepotkan seperti ikan yang lain. Cukup sirami ikannya dengan air mendidih dan biarkan dingin, lalu cuci dan tiriskan.

Kemudian, panaskan minyak lalu masukkan ikan asin yang sudah dibersihkan dan goreng hingga matang. Angkat dan tiriskan.

Panaskan kembali minyaknya, tumis bawang merah, bawang putih serta bawang bombay hingga harum. Kasih pula cabai merah, tumis lagi hingga layu.

Lalu, kecilkan apinya dan masukkan ikan asin yang sudah digoreng dan air jeruk nipis serta daun jeruk biar menambah aromanya. Aduk rata dan angkat.

Marissa Navratilova
Top 3 MasterChef Indonesia Season 3 (uky)
(ftr)

Berita Terkait : Ikan

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Cokelat Rempah, Minuman Tepat di Musim Hujan

Posted: 14 Jan 2014 07:03 AM PST

Johan Sompotan - Okezone
Selasa, 14 Januari 2014 22:03 wib
detail berita
Minuman cokelat rempah, pas buat musim hujan (Foto:resepmaknyus)
HAI Chef, saya Lita (32), sekarang ini lagi musim hujan. Jadinya, saya butuh asupan yang menghangatkan tubuh. Adakah minuman hangat yang bisa dibuat selain teh maupun kopi? Terima kasih jawabannya

Lita - Ciputat

Jawab:
Minuman hangat memang dicari banyak orang dikonsumsi akibat suhu dingin yang muncul dari datangnya hujan. Nah, bagi Anda yang ingin membuat minuman hangat, maka bikin saja cokelat rempah. Bikinnya pun mudah.

Caranya, campurkan jadi satu bahan-bahan ini mulai dari air, gula pasir, kayu manis, cengkeh, jahe, serai. Masak hingga semua bahan tercampur, khususnya gula.

Bila semua bahan sudah matang, maka masukkan cokelat bubuk ke dalam adonan bahan tadi, aduk kembali hingga merata. Kemudian, saring semua bahan, supaya kotorannya dapat terpisahkan. Biar lebih enak gunakan saringan kain.

Terakhir, siapkan gelas lalu masukkan susu cokelat kental manis sesuai selera dan tuang adonan yang sudah dimasak tadi ke dalam gelas. Berikan sebatang astor serta kayu manis bubuk sebagai toppingnya.


Marissa Navratilova
Top 3 MasterChef Indonesia Season 3
(ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Cabuk Rambak Kuliner khas Sekaten

Posted: 14 Jan 2014 06:02 AM PST

SOLO - Tradisi Sekaten bukan hanya pasar malam yang menampilkan hiburan rakyat semata atau saling berebut dua pasang gunungan yang diarak oleh pihak Keraton Kasunanan dan bukan juga mendengarkan gamelan Sekaten yang di tabuh sebagai pembuka rangkaian ritual Sekatan menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW.

Tapi, di Sekaten inilah anda bisa bernostaligia kembali untuk kembali mencicipi kembali jajanan dan makanan khas tempo dulu,seperti jenang. Bagi pecinta kuliner tentu tidaklah asing dengan makanan khas jawa, Jenang. Campuran kelapa yang di iris tipis semakin menambah selera saat menyantap jenang. Tak hanya jenang saja yang dijual di pasar malam sekaten, aneka makanan khas rakyat kecil inipun ada di sini. Seperti telur asin, bahkan kerak telor juga hadir di sini.

Namun ada satu jajanan khas yang tak dapat ditemukan di kota manapun selain di Kota Solo yaitu Cabuk Rambak. Makanan khas Solo ini berisi ketupat, sambal cabuk yang terbuat dari wijen, kelapa parut yang ditumbuk menjadi satu dengan dibumbui cabai, kemiri, daun jeruk, garam, gula . kemudian di letakkan dalam pincuk daun ditambah kerupuk beras yang di sebut karak.

"Isinya ketupat atau lontong, sambal cabuk dan kerupuk dari beras yang dalam bahasa Jawa disebut karak. Sambalnya tidak hanya dalam cair, namun ada juga yang suka dalam keadaan masih padat," jelas Suryati salah satu penjual cabuk rambak, saat ditemui di lokasi jualannya, di Pasar Malam Sekaten, Solo, Jawa Tengah, Selasa (14/1/2013).

Seporsi cabuk rambak, harganya cukup murah, hanya Rp.3000 saja anda akan merasa cukup kenyang. Menurut Suryati, sebenarnya makanan ini tak hanya dijual saat sekaten saja. Setiap harinya cabuk rambak bisa dijumpai di sekitar kota Solo.Namun karena tergusur oleh makanan moderen lainnya, cabuk rambak biasannya jarang sekali dijual di pusat Kota Solo.

Saat sekaten ini banyak sekali pedagang yang menjual cabuk rambak. Tak heran penikmatnya bukan hanya warga yang berasal dari kota Solo saja namun juga dari daerah sekitarnya, Sukoharjo, Klaten, Boyolali, Sragen dan sebagainya.

Mayoritas warga yang menikmati cabuk rambak ini mengaku kangen dengan cita rasanya rasa gurih dan manis ciri khas masakan jawa segera memanjakan lidah penikmatnya.

"Kalau pas perayaan Sekaten, saya selalu menyempatkan untuk membeli cabuk rambak. Rasanya aneh kalau tidak mencicip makanan ini," ujar Setyaningsih, salah satu pengunjung di lesehan Suryani. (uky) (ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Tidak ada komentar: