Selasa, 11 Februari 2014

“Habiskan Malam dengan Secangkir Cokelat Panas” plus 2 more

“Habiskan Malam dengan Secangkir Cokelat Panas” plus 2 more


Habiskan Malam dengan Secangkir Cokelat Panas

Posted: 11 Feb 2014 04:01 AM PST

SECANGKIR cokelat panas juga bisa Anda buat dengan kreativitas tanpa batas. Kenali cara dasar membuatnya, yuk!

Pananan cokelat panas bisa berasal dari bahan favorit Anda. Sebagai contoh, sedikit espresso bubuk atau bubuk kayu manis untuk rasa lebih kuat. Anda juga bisa menambahkannya dengan marshmallow untuk melewati waktu santai lebih sempurna.

Bahan-bahan yang Anda perlu siapkan dalam membuat campuran cokelat panas, adalah 3 1/2 ons cokelat pahit, 2/3 cangkir cocoa powder, 3/4 cangkir gula bubuk, 1/4 cangkir santan santan atau susu bubuk, sejumput garam, dan 2 sendok teh tepung maizena.

Pertama-tama, patahkan cokelat menjadi potongan besar dan berbaur dalam food processor sampai bertepung. Kemudian, tambahkan kakao, gula, susu bubuk (manapun jenis yang Anda gunakan), garam, dan tepung maizena ke food processor. Jika Anda tidak memiliki food processor, haluskan dengan parutan coklat kemudian aduk sisa bahan dengan tangan.

Blender sampai tercampur rata. Sendoki campuran tersebut ke dalam botol (pastikan Anda mengikis sekitar tepi mangkuk food processor untuk membersihkan coklat yang mungkin terjebak di sana) dan tutup rapat, seperti dikutip dari Theweek.

Untuk satu porsi cokelat panas, Anda akan perlu 1 cangkir susu pilihan, 2 sendok makan campuran cokelat yang telah Anda buat. Kemudian dalam panci kecil, campur susu dan campuran cokelat. Aduk perlahan di atas api sedang sampai tercampur dengan baik dan mendidih. Tuang ke dalam cangkir dan sajikan. (ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Lezatnya Fine Dining dalam Galadinner Grand Clarion Makassar

Posted: 11 Feb 2014 02:54 AM PST

MAKASSAR - Lantunan lagu merdu dari biduanita cantik diiringi band kecil terdiri dari pemain flute dan piano, layanan istimewa dihelat manajemen Grand Clarion Hotel & Convention Makassar (GCHCM). Konsep bertajuk fine dining ditawarkan kepada para tamu yang berminat menikmati santap malam nan lezat.

Galadinner yang digelar khusus bagi undangan terbatas diikuti berbagai kalangan dari tokoh perbankan dan pengusaha. Pihak manajemen GCHCM mengklaim, Makassar menjadi kota keempat yang menggelar konsep fine dining di Indonesia setelah Jakarta, Surabaya, dan Denpasar.

"Terdapat empat pilihan menu, yaitu seafood, Western, wagyu, dan Chinesse sedangkan kapasitas ruangan cukup untuk menampung 50-500 tamu," kata Regina Arfandi, Sales Event Manager GCHCM, kepada Okezone, baru-baru ini.

Regina menyebut, puncak perhelatan fine dining dalam bentuk galadinner nanti bersamaan dengan pameran Wedding Expo 2014 pada 14 Februari dan akan diekspos besar-besaran. Ia juga menunjukkan peranti makan berupa sendok, garpu, dan pisau yang disediakan untuk bersantap, yang semuanya terbuat perak asli.

"Sudah banyak yang pesan event seperti corporate gathering, banyak sekali, terutama perbankan untuk nasabah-nasabah prioritas mereka. Atau seperti kalangan bisnis properti untuk memanjakan customer mereka," tutur Regina.

Targetnya, warga Sulawesi Selatan yang menginginkan konsep fine dining tidak perlu lagi ke Bali atau Jakarta, tapi cukup ke GCHCM dengan harga yang jauh lebih terjangkau. Regina mengimbuhkan, layanan istimewa dalam konsep ini ialah tiap dua orang tamu dilayani satu server (pelayan yang siap selalu di samping meja makan) dan satu runner (pelayan yang wara-wiri membawa menu pesanan dari dapur dan menghidangkannya ke setiap meja).

Dikatakannya, tujuan fine dining ini sendiri mutlak sebagai pelayanan terbaik demi memuaskan tamu. Sementara, juga tersedia dua pilihan wine, yaitu white wine dan red wine.

"White wine itu biasanya untuk pembuka dari hidangan seafood sedangkan red wine lebih cocok dengan beef," ucap Regina seraya menambahkan bahwa ada pula menu ikan digabungkan dengan appetizer berupa salad. Menu tersebut dihidangkan sesuai permintaan dari tamu.

Salah seorang tamu yang tampak nikmat bersantap adalah Harimurti Gunawan, Deputi Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah I Sulawesi-Maluku-Papua. "Ini dukungan untuk pengembangan ekonomi. Pertama, tentu dari sektor pariwisata. Kedua, sesuai visi Makassar yang ingin menjadi kota dunia. Kalau visinya Makassar sebagai kota dunia tentu harus dilengkapi dengan fasilitas yang memang sifatnya internasional, termasuk adalah konsep fine dining ini," ujar Harimurti. (ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Ketagihan Ceker Kenyal Superpedas

Posted: 10 Feb 2014 10:43 PM PST

SEJUMLAH orang memadati warung Cekeran Midun. Menu cekeran yang ditawarkan rumah makan sederhana di Kota Bandung ini memikat hati banyak pencinta kuliner, yang sampai rela antre demi bisa mencicipi kelezatannya.

Kenyal gurih olahan ceker lazim dijumpai dalam kuah sup atau semangkuk mi bakso. Sayang, pamor ceker ayam tak secemerlang dagingnya. Kaki ayam dianggap makanan bernilai murah dan tidak berkelas. Namun, di tangan kreatif Rizki Putra Pratama alias si Midun, ceker ayam pun menjelma menjadi makanan primadona di Kota Bandung.

Cekeran Midun, begitu julukannya. Sejak Maret 2013, Rizki melirik ceker sebagai trade mark, di tengah gempuran tren olahan yang berkiblat ke kuliner internasional. Lewat ceker ayam inilah, Rizki kembali mengangkat citarasa lokal menjadi santapan yang layak bersaing sekaligus diburu banyak kalangan.

Rizki juga menggebrak ranah kuliner ceker dengan sensasi pedasnya yang "menggelegar". Anda yang penasaran bisa singgah di kedainya yang bergaya gurun sahara. Saat dihidangkan, bersiaplah mandi keringat kala pedas fantastisnya membakar lidah. Meski kepedasan, lidah seolah ketagihan untuk melahapnya hingga ludes.

Berlokasi di kawasan Dipatiukur, Cekeran Midun hadir dengan konsep tematik. Agar penggemarnya betah, Rizki dibantu Akhmad Rizalullah membuat konsep nyeleneh setiap hari. Tak segan-segan, ide kreatif mereka berdua dituangkan dalam teatrikal yang unik dan mengundang perbincangan di ranah sosial media.

Pada Senin, ada konsep Midun Kakoet. Selasa, Midun Bilingual. Rabu, Midun Ngadalang. Kamis, Midun Kliwon. Jumat, Midun Dugem, Sabtu, Midun Bobogohan. Minggu, Midun Challenge. Setiap hari Cekeran Midun membuat cerita seru sesuai konsep yang diusung. Sambil melayani para tamu, seluruh pegawai kompak mengenakan properti sesuai konsep. Misalnya, saat Midun Ngadalang semua staf memakai kostum wayang dan saat Midun Kliwon semua berpakaian horor, bahkan lampu pun dimatikan hanya ada penerangan lilin.

"Contoh lagi pada Midun Bilingual. Tema ini diperlihatkan dengan eksplorasi kemampuan bahasa. Kami menawarkan ceker dengan bahasa yang berbeda, pokoknya setiap hari harus unik dan membuat pengunjung tertawa ngakak," ujar Rizki Putra Pratama.

Sebelum menyantap ceker, waiter Midun pasti memandu pelanggannya untuk memilih jenis kuah sesuai selera. Masing-masing kuah memiliki racikan bumbu berbeda. Misalnya, cekeran lapindo, cekeran laut mati, cekeran setan merapi, serta cekeran kuah bakso. Kuah ini juga ditawarkan mulai level pedas paling rendah sampai level terpedas yang menantang lidah. Varian itu dinamakan letusan tangkuban perahu, letusan gunung merapi, letusan galunggung, dan yang paling pedas letusan krakatau.

Bahkan, yang terbaru ada kuah dengan istilah letusan sinabung. 1st trends cekeran of Indonesia ini juga membebaskan Anda untuk memainkan jenis kuah dengan level kepedasan yang disukai. Bagi pencinta olahan superpedas, bisa meramaikan kuahnya dengan letusan krakatau. Kalau kurang mengenyangkan, kita juga bisa menambahkan mi atau mi un dalam kuah ceker.

"Saya sengaja menawarkan tambahan mi dan mi un untuk mematahkan tren ramen yang saat ini marak. Ini bentuk kecintaan saya terhadap produk lokal agar tidak tersingkir oleh tren makanan asing," tambah Rizki.

Anak muda berusia 24 tahun ini juga terbilang kreatif dalam hal meracik kuah. Misalnya untuk kuah merapi, Rizki berniat memanjakan lidah penikmat pedas. Kuah ini mengandalkan berbagai jenis cabai seperti cabai merah tanjung, cabai keriting, serta cabai rawit domba.

Sementara untuk kuah lain, Rizki meraciknya dari rempah-rempah khas Indonesia. Ambil contoh pada kuah lapindo, Rizki dan Izal membuat kolaborasi antara bumbu kecap, saus tiram, dan basic olahan seafood. Tak pelak, ketika manis kecap bersentuhan dengan pedas, cita rasanya menjadi komplet membuai lidah.

Bagaimana jika tak suka ceker ayam? Di tempat yang sama ditawarkan wingsy alias sayap ayam. Bahkan, ada menu favorit bernama mi kojo yang isinya sangat komplet. Komposisinya ada mi, sayap ayam, serta sosis bartwurst bakar.

Belum genap satu tahun usia Cekeran Midun, Rizki dan Izal sudah bisa menghasilkan omzet ratusan juta rupiah per bulan. Dalam sehari warung ini menghabiskan 100-120 kg ceker. Mengenai harganya, tak harus merogoh saku terlalu dalam. Satu porsi ceker ayam dibanderol Rp12.000–25.000 saja. (ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Tidak ada komentar: