Rabu, 26 Februari 2014

“Kronologis Keracunan Kepiting di Cut The Crab Jakarta Versi Korban” plus 2 more

“Kronologis Keracunan Kepiting di Cut The Crab Jakarta Versi Korban” plus 2 more


Kronologis Keracunan Kepiting di Cut The Crab Jakarta Versi Korban

Posted: 26 Feb 2014 04:05 AM PST

BEBERAPA hari ini, media sosial ramai membicarakan kasus keracunan makanan di resto Cut The Crab. Bahkan, beberapa korban harus dilarikan ke rumah sakit. Bagaimana kronologisnya?

Ternyata, isu keracunan makanan di resto yang terkenal dengan tagline "Eat seafood with No Plates! No Fork! No Spoons!" bukanlah isapan jempol. Salah satu korbannya berada satu rombongan, yakni Eddy Suryadi, menjelaskan kronologisnya secara detail.

Menurutnya, dia bersama rombongan datang sekira pukul 18.00 WIB untuk menyantap kepiting. Ini adalah kedatangan pertamanya karena digiring rasa penasaran untuk mencicipi menu andalan resto baru yang beralamat di Jalan Cikajang No. 32, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, ini. Apalagi, usai pembukaannya, resto ini menjadi perbincangan hangat lantaran konsumen makan seafood tanpa menggunakan piring.

Eddy mengatakan, makanan yang dipesannya malam itu adalah tiga kilogram kepiting; satu fried calamary' satu seafood mix berisi udang, kerang dan crawfish, dengan side dish dua spicy cajun fries; tiga nasi putih; dua gelas teh; dan lima gelas iced lemon tea.

"Kita sampai di restoran itu pukul 18.00 WIB, habis itu kita pesan makanan dan sekitar 10 sampai 15 menit makanan tiba. Sehabis itu, kita makan dan selesai makan sekitar pukul 19.00 WIB," jelasnya saat dihubungi Okezone, Rabu (26/2/2014).

Menurutnya, makanan yang disuguhkan tidaklah ditaruh di atas piring melainkan di dalam plastik putih besar yang kemudian dituangkan ke atas meja beralas kertas minyak. Menyantapnya pun menggunakan tangan.

Pada saat makanan sudah ada di atas meja, kecurigaan Eddy bersama teman-temannya pun muncul. Makanan yang dihadirkan terlihat tidak segar.

"Saya melihat ada kejanggalan, makanan tidak panas merata. Memang, banyak terdapat potongan daging. Makanan terlihat seperti dipanaskan saja, sebab kalau masih panas otomatis tentunya akan berasa ketika kita berada di dekatnya," bebernya.

Meski sudah curiga terhadap makanannya, Eddy bersama rombongan tetap melanjutkan makan. "Ketika makan, kami merasa kok daging kepitingnya lembek sekali, aromanya pun beda. Seharusnya daging kepiting tidak lembek dan hancur ketika dimakan," tambahnya.

Kejanggalan lainnya ada pada harga yang dikenakan oleh pihak resto Cut The Crab. Kesalahan harga baru disadari ketika dia sampai di rumah.

"Pada awalnya, pihak resto mengatakan per kilogramnya Rp224 ribu, ternyata selesai makan harganya menjadi Rp1,35 juta untuk tiga kilogram. Berarti kalau dihitung per kilogramnya Rp345 ribu, bukan Rp224 ribu," jelasnya.

Alhasil, setelah berpisah dengan rombongan, kecurigaan terjawab. Ia menuturkan, satu persatu temannya jatuh sakit akibat keracunan makanan. Adalah Inez Kusnawan serta Cyntia dan Marcelina yang paling parah karena pada sekira pukul 23.30 WIB mengalami muntah-muntah, diare, serta harus dilarikan ke rumah sakit.

Karena merasa dikecewakan, Eddy bersama rombongan pun melakukan komplain melalui akun twitter Cut The Crab. "Kami sudah melayangkan komplain melalui akun @cutthecrabjkt, namun tidak pernah ditanggapi secara serius. Padahal, twitter mereka dari kemarin (24 Febuari 2014-red) aktif, dan sempat menyatakan twitter mereka akan ditutup karena alasan going global," tutupnya (ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Sensasi Makan Kepiting Tanpa Piring

Posted: 26 Feb 2014 01:40 AM PST

DI Cut The Crab, pengunjung diajak menikmati kepiting dengan cara yang unik. Kepiting tak disajikan di piring, tetapi di atas meja yang sudah dialasi kertas minyak.

Lupakan sendok dan garpu, paling benar makan kepiting hanya dengan tangan, minus piring. Sensasi memecah cangkang sambil berebut kepiting, makin membuat makan terasa nikmat. Makan kepiting enaknya beramai ramai. Namun, yang repot saat memecah cangkang kepiting. Cangkang akan bertebaran di sekeliling piring, meja pun menjadi kotor. Kesan berantakan sudah pasti muncul usai bersantap.

Dari pengalaman inilah, Teddy menggagas Cut The Crab dengan cara makan yang berbeda dan cukup unik. Tak ada sendok apalagi garpu, piring pun tak disediakan. Sebagai gantinya, sebelum pesanan datang, seorang staf akan mengalasi meja dengan kertas minyak yang menutup seluruh permukaan meja. Barulah pesanan datang.

Hal yang juga unik, seporsi besar aneka seafood ditempatkan pada kantong plastik bening besar lalu dimasukkan dalam sebuah ember besi kecil. Staf tersebut lalu menuang pesanan pada kertas minyak. Menyusul nasi putih hangat. Hmm... aroma saus cajun, yang menjadi saus khas seafood langsung menyeruak. Saus ini menyelimuti kerang hijau, kepiting, crawfish, dan udang segar yang masih hangat di atas meja.

Seafood-nya terasa manis, tanda masih segar. Bercampur dengan rasa pedas saus, makin mantaplah rasanya. Untuk membuka cangkang kepiting, ada palu khusus yang disediakan. Tangan-tangan terus mengambil seafood yang tersedia di hadapan. Lalu, berkutat entah memecah cangkang atau menguliti udang dan crawfish (lobster air tawar) ataupun menarik daging kerang dari cangkangnya yang telah terbuka, sembari sesekali menyuap nasi. Wah, bisa-bisa kehabisan nih kalau tidak buru-buru!

Justru di situlah letak keseruan makan bersama. Teddy, sang pemilik restoran, menyatakan bahwa kepiting dengan berat lebih dari satu kilogram didatangkan dari Papua. Sementara, kepiting dengan berat kurang dari itu, diambil dari perairan Kendari. Seluruhnya masih dalam keadaan hidup. Ada kepiting jantan dan betina. Bedanya, kepiting betina ada telurnya dan dagingnya tak terlalu banyak.

Sebaliknya, daging kepiting jantan lebih banyak. Kepiting pun ditawarkan dengan ukuran berbeda, mulai S hingga XL. Ukuran XL bisa dinikmati bertiga. Beratnya 600 gram sampai 2 kilogram. Ini pula yang tak kalah istimewa, tidak ada patokan harga tetap untuk setiap kepiting.

"Harga setiap hari selalu berubah jadi seperti market price. Bergantung harga dari supplier-nya pada hari itu. Kisarannya sih mulai Rp115.000–Rp425.000 per kepiting," ujar Tedy.

Makanya di daftar menu khusus untuk kepiting, tidak dicantumkan harga. Pengunjung dapat melihat harga pada hari itu pada sebuah white board. Sebelumnya dimasak, kepiting di-steam selama 10 menit agar matang. Kepiting lalu berubah warna merah, dibelah sekalian dibuang kotorannya. Barulah kepiting dimasak dengan saus pilihan bersama sayuran seperti jagung. Hanya ada dua macam saus, original cajun, dan garlic butter. Boleh dicampur keduanya atau dibuat pedas. (ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Tips Menenangkan saat Anda Masih Gugup di Dapur

Posted: 26 Feb 2014 12:17 AM PST

UNTUK yang masih pemula, memasak bisa menjadi aktivitas penuh kepanikan. Tenang, beberapa tips bisa turut menenangkan Anda.

Memasak untuk sebuah momen bersantap lengkap; ada menu pembuka, utama, hingga penutup bukanlah hal mudah bagi sebagian orang. Adegan di dapur bisa sangat kacau jika Anda, para juru masak pemula, bila tidak menenangkan diri.

Bagaimana caranya? Berikut ini, seperti dikutip dari Yahoo:

1. Baca resep dari awal sampai akhir, bahkan, misalnya sebelum Anda memanaskan oven. Tips ini masuk akal, coba ingat berapa kali Anda sudah setengah jalan melalui resep sebelum menemukan bahwa ada beberapa langkah ataupun bahan yang tertinggal?

2. Rencanakan menu dengan komponen yang dapat diselesaikan sebelumnya. Hal klise, tapi dengan ini, Anda tidak perlu terburu-buru menyelesaikan segala sesuatu pada menit-menit terakhir.

3. Selalu stok makanan beku di dalam freezer. Kita bicara tentang beberapa bahan yang bisa distok, misalnya air kaldu, adonan pie, dan sebagainya. Cara ini akan menghemat waktu Anda ketika harus bergegas.

4. Bersihkan saat Anda selesai masak. Anda tentu sering mendengar nasihat ini. Ketika pada akhir malam dan Anda mendapati dapur seperti medan perang, tips ini pasti akan sangat bermanfaat.

5 . Memutar musik yang menenangkan saat memasak. Putarlah musik favorit untuk menemani kegiatan memasak Anda, apakah menenangkan perasaan panik atau memancing adrenalin hingga lebih bersemangat.

6. Minum. Serius, Anda perlu menenangkan diri sejenak dengan mengambil minuman lalu meneguknya. (ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Tidak ada komentar: