Kamis, 20 Februari 2014

“Spaghetti Udang Puaskan Selera Makan” plus 2 more

“Spaghetti Udang Puaskan Selera Makan” plus 2 more


Spaghetti Udang Puaskan Selera Makan

Posted: 20 Feb 2014 07:04 AM PST

MASAKAN luar negeri yang mudah dimasak adalah makanan berbasis pasta. Bila bosan memasak spaghetti dengan tambahan daging sapi, maka bisa menggantinya dengan udang. Soal rasa, tak kalah lezatnya.

Menurut Tya MasterChef Indonesia Season 3 ini mengaku bila memasak pasta nggak selamanya harus dipadu dengan daging sapi, semua jenis daging bisa digunakan. Sesuaikan dengan keinginan Anda dan keluarga saja.

"Memasak spaghetti dengan mempergunakan udang tak kalah enaknya dengan jenis olahan spaghetti lainnya. Rasa manis yang muncul dari udang akan membuat pasta jadi lebih sedap disantap," ucapnya saat dihubungi Okezone, Rabu (20/2/2014).

Bagi Anda yang ingin memasaknya, maka pemilik nama asli Anak Agung Puttu Setyawati ini membeberkan cara pemasakannya. Pertama kali, rebus spaghettinya dengan menggunakan air mendidih.

Bila sudah, masukkan pastanya dan beri garam, aduk terus menerus hingga pastanya matang lalu angkat dan tiriskan.

"Memasak pasta nggak usah diberi minyak, sebab dengan diberi minyak maka sausnya tidak akan menempel pada pastanya. Dari segi rasanya pun akan berbeda ketika disantap," bebernya.

Tumis bawang putih, bawang bombay serta cabai hingga harum. Bila sudah, berikan udang yang sudah dibersihkan. Biar berasa, aroma Indonesianya maka berikan daun jeruk, serta serai. Masak sebentar.

Masukkan spaghetti yang sudah dimasak tadi, berikan merica hitam, air kaldu serta garam lalu aduk hingga rata dan masak hingga matang.

"Karena udang memiliki sifat mudah matang, maka perhatikan pemasakan udangnya supaya ketika dimakan tidak terasa kenyal. Aroma manisnya pun tidak hilang," tutupnya. (ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Fusion Food Kian Digemari Wisatawan

Posted: 20 Feb 2014 06:01 AM PST

DENPASAR - Wisatawan asing dan domestik berebut mencicipi kuliner Nusantara yang tersaji di Denpasar Fusion Food Festival 2014. Acara digelar di bibir Pantai Sanur.

Selain menikmati keindahan pantai, wisatawan tak ketinggalan mencicipi kuliner khas Bali. Tak heran ketika digelar Denpasar Fusion Food Festival 2014, wisatawan asing dan domestik mendatangi lokasi acara untuk menikmati aneka masakan Nusantara.

"Acara fusion food merupakan perpaduaan penyajian menu makanan khas Bali dengan sajian dan bahan dari luar negeri," kata Henry Alexie Bloem dari Indonesian Chef Association (ICA) di Denpasar, Bali, Kamis (20/2/2014).

Menu makanan yang disajikan menggabungan ciri khas dua negara, baik dari segi bumbu, bahan-bahan maupun cara penyajian. Dalam ajang ini, dikombinasikan makanan khas Bali yang disajikan dengan gaya Barat.

"Ada ayam betutu yang disajikan ala meksiko," kata Henry, mencontohkan.

Dengan kata lain, dalam fusion food itu bisa dari cara penyajiannya, memasaknya, atau bumbunya. "Tren fusion food sedang digemari wisatawan," tuturnya.

Kegiatan itu salah satu bagian untuk mendongkrak citra pariwisata Bali. Dari amatannya, 98 persen wisatawan baik domestik maupun luar negeri sangat menggemari menu makanan Bali.

Dalam kesempatan sama, Vita Datau dari Akademi Gastronomi Indonesia (AGI) menambahkan, kuliner Indonesia memiliki nilai tinggi, terutama kuliner Bali. Menu makanan Indonesia, kata dia, tidak hanya kaya dan lezat sebagai kudapan, namun juga terkandung nilai-nilai historis.

"Kami ingin mengembangkan, melestarikan dan mempromosikan masakan Indonesia. Tidak hanya enak, tapi juga berkaitan kesejarahan ada keterkaitan satu dengan lainnya. Apalagi di Bali culture-nya tinggi," imbuhnya.

Sementara Ketua HIPMI Denpasar, I Putu Yuliartha, menambahkan bawah 33 persen wisatawan yang datang ke Indonesia lantaran ingin berburu kuliner Nusantara. Acara fusion food serangkaian HUT Kota Denpasar, perlu dikembangkan agar wisatawan semakin mengenal menu nusantara yang beragam.

"Kuliner tidak bisa dipisahkan dari pariwisata. Dia sudah menjadi another destination. Wisatawan rekreasinya banyak yang mencari kuliner," tandasnya. (ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Sentuhan Batik dalam Brownies, Cantiknya!

Posted: 20 Feb 2014 05:05 AM PST

SOLO - Berawal dari hobi membikin kue sejak masih zaman SMA dulu. Kini, Dian Pratama mampu mendatangkan rezeki dengan membuat terobosan baru bagi dunia kuliner di Kota Solo.

Idenya berawal dari ketidaksengajaan. Saat dirinya sedang membikin kue, teringat akan koleksi batik milik neneknya yang cukup banyak dengan motif yang beragam.

"Maka terpikirlah ide, bagaimana jika kue ini di beri topping motif batik?," katanya ketika di temui Okezone di kios kecil miliknya di Jalan Ronggowarsito, Solo, Jawa Tengah, Kamis (20/2/2014).

Akhirnya setelah mencoba, ternyata hasilnya memuaskan. Dian mampu menghasilkan kue brownies dengan motif batik yang makin terlihat menarik dengan topping batik dari coklat dan jelly jam. Kue ini bisa tahan empat hari di suhu ruang dan enam hari jika disimpan dalam lemari es.

Menurut mahasiswa UNS ini, produsen brownies di Kota Solo sudah cukup banyak pesaingnya. Karena itu, perlu inofasi lain agar mampu menarik pasar penggemar kue brownies.

"Saya memproduksi dan berjualan awalnya hanya dari rumah, di daerah Cemani. Untuk pemasaran melalui jejaring sosial juga promosi dari mulut ke mulut," ujarnya.

Saat ini, brownies batik miliknya sudah memiliki tujuh varian rasa, yakni brownies batik original, brownies batik keju, brownies batik strowbery, brownies batik blueberry, brownies batik lemon, dan brownies batik melon dengan berbagai macam motif yang bisa dipilih.

"Brownies ini dijual dengan dua harga, yang standar dijual dengan harga Rp40 ribu, dan yang medium dihargai Rp20 ribu. Untuk rasa keju masing-masing ditambah Rp5.000," jelasnya

Dian menambahkan, untuk membuat brownies batik ini tidak harus bisa membatik, yang penting harus bisa menggambar. Kini, batik tidak hanya bisa di gambar di atas kain, namun juga bisa dibuat sebagai hiasan kue. Motifnya antara lain kawung, parang, sido mukti, dan lain sebagainya.

"Yang jelas harus bisa gambar. Kadangkala pembeli meminta request motif khusus sesuai seleranya, kita juga layani. Hanya tambah Rp5.000, bisa langsung ditunggu tanpa harus pesan dulu sebelumnya," terangnya.

Dian mengaku dalam sehari omsetnya mencapai 30 boks. Pembeli biasanya memesan melalui telepon atau datang langsung ke toko. (ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Tidak ada komentar: