Rabu, 19 Maret 2014

“Akuarium Meledak, Pengunjung Restoran Walt Disney Kalang Kabut” plus 2 more

“Akuarium Meledak, Pengunjung Restoran Walt Disney Kalang Kabut” plus 2 more


Akuarium Meledak, Pengunjung Restoran Walt Disney Kalang Kabut

Posted: 19 Mar 2014 08:02 AM PDT

FLORIDA - Pernahkah mengalami kejadian menyeramkan saat bersantap di sebuah restoran? Hal ini terjadi di sebuah restoran di Florida, Amerika Serikat, dimana sebuah akuarium meledak tiba-tiba saat pengunjung asyik menyantap makanan.

Kejadian tak mengenakkan ini terjadi di T-Rex Cafe yang ada di area kompleks hiburan Walt Disney World Resort, Florida, Amerika Serikat. Kala itu, sebuah akuarium berukuran besar tiba-tiba meledak, padahal saat itupun sedang ramai pengunjung menikmati makanannya.

Sebuah akuarium besar dengan cepat memancarkan air sehingga menumpahkan semua isi di dalamnya, termasuk karang dan ikannya. Pengunjung yang kebanyakan keluarga ini langsung panik dan mengungsikan anak-anaknya yang kaget akibat kejadian tersebut.
 
"Kejadian itu cepat sekali, bahkan keributan langsung terjadi. Kejadian ini gila sekali," ucap Katie Wallace Orlando Sentinel, salah seorang pengunjung, seperti dilansir Dailymail, Rabu (19/3/2014).

Wallacaae pun sempat mengambil gambar melalui kamera telefon genggamnya. "Para karyawan langsung bergerak dengan cepat, mereka melakukan pekerjaan yang bisa dilakukannya karena banyak orang panik," tambahnya.

Diakuinya, para pekerja secepat mungkin menyelamatkan ikan yang begitu banyak keluar dari akuarium. Ia pun melihat bila ada beberapa karyawan yang mengambil jaring untuk menyelamatkan ikan.

Hal serupa diutarakan oleh pengunjung lainnya, yakni Michael Pappas, yang menulis di jejaring sosial Facebook miliknya. Dia menuliskan bahwa empat pelayan langsung naik dan meraih ikan.

Kejadian pecahnya akuarium di T-Rex Cafe ini beruntung tak menyebabkan pengunjung mengalami cedera. "Kami berada sekira 20 meter dari tempat kejadian, orang-orang yang berada di sekitarnya tentunya basah," tutupnya.

(ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Kenapa Lauk di Warung Angkringan Dibakar?

Posted: 19 Mar 2014 07:05 AM PDT

BILA menyambangi warung nasi kucing, Anda mungkin pernah bertanya, mengapa semua makanannya dibakar? Ini jawabannya!

Penggunaan teknik memasak pada nasi kucing adalah dibakar. Ini bukan karena sifatnya yang lebih sederhana, melainkan memiliki filosofi di balik kehadiran nasi kucing.

"Filosofi angkringan itu ada di nasi kucing karena merupakan makanan rakyat. Zaman dahulu, kebiasaan di Yogyakarta dan Solo adalah menghangatkan kembali makanannya. Makanan yang ditaruh di gerobak sudah dingin, biar terasa hangat makanya dipilih dengan cara dibakar," kata Handayani Woke, penjaja Nasi Kucing Angkringan Fatmawati, Jakarta Selatan, saat berbincang dengan Okezone di Jakarta, baru-baru ini.

Pria yang akrab disapa Woke ini mengatakan, nama "angkringan" diambil dari bahasa Jawa yang berarti "gerobak atau tempat makanan". Sementara, arti nasi kucing karena bentuk makanan yang mirip dengan porsi makanan kucing.

"Dengan cara dibakar tentunya akan membuat aroma dan rasa makanan lebih kuat ketimbang digoreng. Semua rasa aslinya akan menghilang dan itu kurang disukai oleh masyarakat Jawa," paparnya.

Tak hanya dibakar, semua olahan nasi kucing angkringan pun lebih didominasi oleh pemakaian jeroan daging ayam. Penggunaan ini diambil dari latar belakang lahirnya nasi kucing di Jawa.

Woke mengatakan bahwa di daerah Jawa, jeroan ayam bukan disebut sate ati tapi iwak ati, dimana iwak itu berarti "daging". Karena ini merupakan makanan menengah ke bawah, makanya  makan jeroan dianggap seperti daging.

"Dulu itu kan angkringan lahir dari kebiasaan yang makan adalah menengah ke bawah, seperti tukang ojek, tukang becak, tukang delman, dan anak kos enggak punya uang, tapi sekarang nasi kucing sudah menjadi tren, mulai naik Alphard sampai jalan kaki semua makan angkringan," tutupnya.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Sutan Bhatoegana hingga Iis Dahlia ke Nasi Kucing Angkringan Fatmawati

Posted: 19 Mar 2014 06:02 AM PDT

NASI kucing di Jakarta memang sudah menjamur. Jika ingin merasakan nasi kucing yang autentik Yogyakarta, Anda bisa menyambangi warung Nasi Kucing Angkringan Fatmawati.

Warung makan khas Yogyakarta dan Solo ini sudah ada sejak 2006. Kala itu, nasi kucing yang ditawarkan belum seperti sekarang yang mudah ditemui.

Berawal dari keinginan dua sahabat, yakni Handayani Woke serta Bowo, untuk memperkenalkan makanan tradisional Jawa. Dua pemuda inipun membuka warung Nasi Kucing Angkringan Fatmawati yang berlokasi di Jalan Fatmawati Raya, Jakarta Selatan.

"Dulu cuma modal Rp200 ribu buat buka warung makan ini, tapi sekarang Alhamdullilah sudah melebih berkatnya," ucap Handayani Woke saat berbincang dengan Okezone di Jakarta, baru-baru ini.

Pria yang akrab disapa Woke ini menambahkan bila pemilihan membuka nasi kucing angkringan hanyalah ingin membawa masyarakat asli Yogyakarta bisa melampiaskan rasa kangennya.

"Kami ingin membawa orang yang pernah tinggal di Solo dan Yogyakarta untuk meluapkan rasa rindu kampung halamannya di sini," tambahnya.

Ternyata, apa yang dilakukan dua pemuda ini tak sia-sia karena pelanggannya kini bukan hanya dari kalangan orang biasa, melainkan juga para pejabat serta public figure. Sebut saja Sutan Bhatoegana, Setiawan Djody, Tora Sudiro, Ida Kusuma, serta Iis Dahlia.

"Dulu itu angkringan yang makan adalah kaum menengah ke bawah, kayak tukang ojek, tukang becak, tukang delman, anak kos yang enggak punya uang, tapi sekarang sudah jadi tren, mulai yang naik Alphard sampai jalan kaki, semuanya makan angkringan," paparnya.

Masih ingat dalam ingatannya, pertama membuka warung, ia hanya menyuguhkan sate usus, sate telur puyuh, sate ati ampela, kepala ayam, ceker, nasi tempe, nasi bandeng, serta nasi teri. Namun pada 2007, perlahan ada penambahan menu, seperti sosis, otak-otak, nugget, dada ayam, paha ayam, daging burung, dan rolade sapi.

"Kami terus melakukan inovasi karena anak Jakarta suka dengan makanan yang modern dan penambahan menu baru itu ada di tahun 2007," tambahnya.

Bagi Anda yang masih penasaran dengan sajian di Nasi Kucing Angkringan Fatmawati, menyambanginya setiap hari, kecuali Senin. Warung ini buka mulai pukul 20.00 WIB hingga 02.00 WIB. Untuk harga makanan dan minumannya mulai dari Rp3.000 hingga Rp11 ribu. (ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Tidak ada komentar: