Sabtu, 01 Maret 2014

“Bravo, Yuka "Idol" Habiskan 3 Mangkok Coto Makassar & 6 Ketupat!” plus 2 more

“Bravo, Yuka "Idol" Habiskan 3 Mangkok Coto Makassar & 6 Ketupat!” plus 2 more


Bravo, Yuka "Idol" Habiskan 3 Mangkok Coto Makassar & 6 Ketupat!

Posted: 01 Mar 2014 03:09 AM PST

YUKA "Idol" tidak malu-malu mengaku hobi berburu kuliner. Dalam satu kesempatan, dia bahkan pernah menyantap tiga mangkok coto makassar dengan enam buah ketupat sebagai pelengkapnya.

Sebelum mengikuti ajang Indonesian Idol, perempuan keturunan Jepang ini menetap di Makassar, Sulawesi Selatan, sehingga punya warung coto makasar favorit. Selama masa eliminasi Indonesian Idol, Yuka sempat beberapa kali bolak-balik antara Jakarta dan Makassar.

Pada satu kesempatan pulang ke Makassar, tepatnya sebelum masuk karantina Indonesian Idol, segera Yuka meluncur ke Jalan Nusantara menuju warung coto makassar yang dirindukan bersama teman-temannya. Yuka mengaku seperti balas dendam.

"Waktu itu, aku makan tiga porsi coto makassar dan enam ketupat," katanya saat bertandang ke redaksi Okezone di Gedung HighEnd, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, baru-baru ini.

Bagaimana biasanya permintaan Yuka saat memesan coto makassar? "Aku pilih isian daging karena enggak doyan jeroan, dikasih banyak air jeruk nipis, kecap manis sedikit saja, dan enggak pakai sambal," tambah perempuan 21 tahun ini.

Usai bersantap, Yuka tidak menampik ada perasaan bersalah. "Langsung cubit pipi, jadi tambah kelihatan chubby," ujarnya.

Bicara sambal, Yuka memang tidak menyukai rasa pedas meski menetap di Makassar yang terkenal dengan kuliner serba pedas dan sang ibunda biasa menyajikan sambal. Sebenarnya, dia pernah mengikuti lomba makan pedas saat duduk di bangku kelas 1 SMP. Teman-temannya yang mendorong Yuka untuk mengikuti lomba tersebut, dan tidak disangka, dia menjadi pemenang. Namun setelah itu, dia tidak mengikuti selera dan memberi toleransi pada rasa pedas.

"Kalau di rumah, mama biasanya masak sayur dan lauk enggak pedas. Untuk yang suka pedas, mama bikin lombok terasi, sambal terasi yang air jeruk jeruk limaunya banyak, jadi asam," tutup penyanyi bernama lengkap Yuka Tamada ini. (ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Cantik & Manis Cake dalam Stoples

Posted: 01 Mar 2014 01:15 AM PST

RASA boleh sama, tapi tampilan jar cake terlihat unik. Cake lembut disusun berlapis pada stoples bening, hmm...sangat menggoda.

Setelah variasi cup cake yang dihias dengan berbagai topping lucu menggemaskan, kini ada jar cake atau disebut pula cake in a jar yang tak kalah unik. Sponge cake nan lembut berpadu dengan krim yang disusun berlapis-lapis dalam sebuah stoples bening, hmm...yummy! Siapa yang tak tergoda melihatnya. Tambah manis ketika mulut stoples dipercantik dengan pita warna-warni.

Memang, keberadaan kue ini bukan barang baru sebenarnya. Fenomena jar cake sudah dimulai sejak tiga tahun silam. Namun, toh hingga saat ini popularitas kue dalam stoples tetap belum surut. Di beberapa pastry online, jar cake tetap masih ditawarkan dengan variasi rasa, jenis, dan harga yang bersaing.

Tampilannya yang memikat membuat kue ini cocok untuk antaran, suvenir ulang tahun, atau resepsi pernikahan. Untuk menghidangkannya juga tak perlu repot mencari piring kue, cukup sediakan sendok kecil dan tinggal hap! Ya, kue sudah langsung bisa dinikmati.

Tak perlu mengotori tangan dan bekas stoplesnya bisa kita pergunakan lagi untuk tempat sambal, acar, dan sebagainya. Stoples yang digunakan merupakan jenis tutup botol ulir. Sama seperti botol selai yang biasa kita beli di supermarket. Kapasitasnya beragam, ada yang 120 ml, 250 ml, dan 330 ml.

Kalau ingin membuat sendiri, di samping stoples bekas selai, Anda juga bisa memanfaatkan gelas mika ataupun gelas kaca kecil. Untuk membuat kue dalam stoples ini sebenarnya ada dua cara yang bisa dilakukan. Pertama, dengan membuat adonan kue dan memanggangnya terlebih dahulu. Kemudian, kue dipotong sesuai bentuk stoples. Kue lalu disusun bergantian bersama krim atau tambahan lain.

Cara lain yakni dengan menuangkan adonan kue ke dalam stoples lalu dipanggang atau didinginkan dalam lemari pendingin. Sementara itu, untuk krim atau filling kue, bisa menggunakan butter cream, whipcream, ganache, cream cheese frosting, dan lainnya. Krim atau filling ini dapat disesuaikan dengan base cake yang dipakai dan tentunya dengan selera masing-masing. Cake in a jar memberikan pengalaman menikmati manis rainbow cake dalam sebuah stoples bening.

Cake lain yang juga bisa kita bikin untuk jar cake ini antara lain black forest, ombre cake, red velvet cake, tiramisu, carrot cake, dan cheese cake. Tertarik mencoba? Jika tak sempat membuat Anda bisa memesan di pastry online dengan harga mulai kisaran Rp30.000. (ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Makan Pecel Madiun, Dewi "Idol" Sering Sampai 3 Porsi

Posted: 28 Feb 2014 11:13 PM PST

DEWI "Idol" mengaku lupa diri bila sudah pulang ke kampung halaman orangtuanya di Madiun, Jawa Timur. Dia bisa menghabiskan tiga porsi nasi pecel.

Untuk para kaum perantauan, akan ada kerinduan tersendiri mencicipi kuliner khas kampung halaman. Luapan rasa rindu biasanya ditumpahkan ketika tiba momen mudik. Selain rindu, alasan lainnya adalah mendapati kenyataan bahwa kuliner yang sama akan terasa berbeda bila disantap di kampung halaman. Rasanya lebih nikmat, juga suasananya lebih syahdu.

Dewi "Idol" sebenarnya bukan perantauan, namun dia merasakan bahwa ada romantisme berbeda saat menyantap masakan khas daerah di tempat asalnya. "Aku tinggal di Bekasi, tapi belum nemuin nasi pecel madiun yang senikmat kalau makan di Madiun," katanya saat bertandang ke redaksi Okezone di Gedung HighEnd, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, baru-baru ini.

Kalau sudah makan di warung pecel madiun langganannya, Dewi mengaku lupa diri. "Aku bisa nambah sampai tiga porsi. Itu enggak sekali dua kali, tapi sering," ujarnya, sambil tergelak.

Selain rasa yang lebih enak, suasana makan lebih nyaman, faktor harga juga menjadi alasan Dewi untuk menambah porsi pecel madiun yang disantapnya. Seperti diketahui, harga makanan di daerah lebih murah dibandingkan di kota besar seperti Jakarta ataupun Bekasi, kawasan tempat tinggalnya.

Saat makan nasi pecel madiun yang disajikan dalam pincuk tersebut, penyanyi bernama lengkap Dewi Puspita Andini ini tidak akan meninggalkan menu pelengkapnya. Yang terfavorit adalah peyek dan empal. Dewi dan keluarga biasa menyambangi warung pecel madiun langganan dengan penjual yang dipanggilnya "Mbok" pada pagi hari. Namun, belakangan dia kesulitan mendapatkan hidangan tersebut.

"Aku terakhir ke sana Januari lalu, cari pecel madiun sekitar jam 08.00-09.00 WIB sudah susah, enggak tahu kenapa," tutup perempuan kelahiran 24 Maret 1997 ini. (ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Tidak ada komentar: