Rabu, 05 Maret 2014

“Cumi Bumbu Kari, Pedasnya Menggoda!” plus 2 more

“Cumi Bumbu Kari, Pedasnya Menggoda!” plus 2 more


Cumi Bumbu Kari, Pedasnya Menggoda!

Posted: 05 Mar 2014 05:05 AM PST

MENDAPATKAN rasa pedas selalu datang dari pemakaian cabai. Padahal, banyak bumbu masakan yang bisa dipakai, salah satunya bumbu kari. Anda masak saja cumi bumbu kari.

Penggunaan cabai guna menghasilkan rasa pedas bisa jadi akan membuat Anda dan keluarga jenuh. "Kalau ingin pedas, maka jangan selalu memakai cabai tapi kreasikan masakan dengan cara lainnya. Anda bisa memakai bumbu kari," kata Winnie Kusuma Wardhani, celebrity chef, kepada Okezone di Jakarta.

Gunakan cumi dalam pengolahannya. Kadar protein serta tekstur cumi yang kenyal bisa membuat momen makan lebih nikmat, apalagi pedasnya kian menggoda lidah Anda.

Cara memasaknya mudah, yakni bersihkan cumi. Anda tidak harus memakai air jeruk nipis buat menghilangkan bau amisnya, tapi bisa memakai bumbu rempah, seperti kunyit, asam jawa, maupun daun ketumbar.

"Bumbu rempah bikin seafood, khususnya cumi, jadi lebih enak dimakan, wanginya akan kentara di lidah," paparnya.

Setelah dibersihkan, biarkan selama 20 menit. Dalam pemakaian bumbu rempah, jangan terlalu banyak sebab bau seafood bisa berubah.

Kemudian, panaskan minyak serta tumis bawang putih dan bawang bombay sampai layu. Kasih pula serai, aromanya akan membuat masakan lebih menggoda.

Tambahkan jahe, kayu manis, daun kari, serta daun jeruk. Masukkan daun salam, aduk hingga harum. Masukkan cumi yang sudah dibersihkan, bubuk kari, cabai bubuk, gula, dan garam. Aduk serta masak hingga cumi berubah warna. Terakhir, berikan santan dan aduk lalu masak hingga santan mengental.

"Pemakaian santannya, Anda harus mempergunakan kelapa murni bukan santan instan sebab aroma gurih dari kelapa asli akan terasa ketika disantap," tutupnya. (ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Ini Cara Tak Tertipu Kepiting Busuk saat Matang

Posted: 05 Mar 2014 04:03 AM PST

BISA dibilang, makanan yang sudah matang akan sulit dideteksi kesegarannya, termasuk seafood. Agar tidak tertipu, perhatikan beberapa hal.

Semua makanan yang sudah dimasak dan matang tak dipungkiri akan susah untuk dikenali kesegarannya. Pasalnya, bahan makanan sudah bercampur dengan bumbu-bumbu.

"Jika bepergian ke restoran dan tempat itu memperlihatkan bahan makanannya, maka rasa khawatir bisa teratasi. Tapi jika sebaliknya, Anda tetap bisa mengetahuinya," kata Winnie Kusuma Wardhani, celebrity chef, kepada Okezone di Jakarta, Rabu (5/3/2014).

Makanan yang sudah matang akan bisa terdeteksi kesegarannya melalui aroma ketika makanan selesai dimasak. Menurutnya, akan tercium bau merkuri dengan kuat saat kepiting mengeluarkan bau menyengat meski sudah diberi formalin atau bahan pengawet lainnya.

"Kepiting termasuk seafood yang tidak bisa ditipu soal kesegarannya," bebernya.

Selain aroma, cara berikutnya adalah memperhatikan kondisi daging kepiting. Baginya, kepiting segar akan memperlihatkan warna daging yang segar atau cerah.

Chef Winnie menambahkan, untuk mengetahui kesegaran daging, maka buka dahulu cangkangnya. Jika masih segar, daging kepiting akan menutupi seluruh bagian cangkang, bukannya kopong ataupun benyek. Bila ini terjadi, kepiting sudah berada di luar air selama lebih dari tiga hari.

Terakhir, perhatikan tekstur kepiting. Kepiting segar tidak akan memunculkan kilauan dari minyak.

"Pada bagian luar daging kepiting akan terlihat berminyak sehingga pas dipegang akan terasa lengket," tutupnya. (ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Tiga Makanan Ampuh Obati Keracunan Makanan

Posted: 05 Mar 2014 03:27 AM PST

KERACUNAN makanan, isunya sempat marak di media sosial pekan lalu. Agar tidak terjebak pada kasus serupa, ketahui beberapa bahan makanan untuk pencegahannya.

Bagi Anda yang keracunan makanan, Chef Winnie Kusuma Wardhani, membeberkan cara untuk mengatasinya. "Biasanya keracunan makanan akan terjadi setelah beberapa jam usai Anda mengonsumsi makanan yang tidak segar," ucapnya kepada Okezone usai acara peluncuran Sealicious The Online Cooking Class Pertama di Indonesia oleh Fiesta Seafood di Jakarta, Rabu (5/4/2014).

Yuk, simak bahan makanan yang bisa dikonsumsi guna mencegah keracunan makanan:

Air kelapa
Bahan makanan yang satu ini memang sudah umum untuk mengobati keracunan makanan. Anda bisa mengonsumsi air kelapa sebab punya fungsi untuk menetralisir racun.

Dalam mengonsumsi air kelapanya pun ada aturannya. Air kelapa sebaiknya tidak diberi es batu karena suhu air kelapa bisa berubah.

"Sel-sel yang ada di dalam air kelapa akan membeku, proses pembuangan racunnya jadi terhambat," tambahnya.

Susu
Jika tak mendapatkan air kelapa, Anda bisa mencari pertolongan pertama dengan mengonsumsi susu. Untuk susunya, cukup dikonsumsi sebanyak 200 ml atau setara dengan satu cangkir.

Chef Winnie menambahkan, Anda tak perlu khawatir bila mengonsumsi susu secara berlebihan. "Minum saja susu apa saja, dingin atau tidak, tapi harus segar, baik susu cair ataupun susu kental manis. Usahakan mengonsumsi susu yang tak memiliki warna alias susu putih," bebernya.

Arang
Mungkin Anda akan terasa aneh karena harus menyantap arang. Penggunaan arang di sini adalah arang yang biasa dipakai untuk memanggang. Memang, mengonsumsi arang berlebihan akan berbahaya karena arang memiliki kadar karbon. Karena arang susah ditemui, ada baiknya siapkan arang untuk selalu ada di dalam tas Anda.

"Cukup dimakan mentah, karena arang itu punya kadar karbon jadinya cukup ampuh dikonsumsi bila mengalami keracunan makanan. Makan sedikit saja," tutupnya. (ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Tidak ada komentar: