Senin, 10 Maret 2014

“Makan Malam, Suguhkan Saja Telur Puyuh Santan” plus 2 more

“Makan Malam, Suguhkan Saja Telur Puyuh Santan” plus 2 more


Makan Malam, Suguhkan Saja Telur Puyuh Santan

Posted: 10 Mar 2014 08:02 AM PDT

TELUR memang mudah diolah, jika suka dengan telur maka pilih saja telur puyuh. Makanan ini pun sangat pas buat disuguhkan saat malam hari.

Telur puyuh memiliki kadar protein yang mudah disantap, terlebih telur bisa jadi pilihan sebagai pengganti daging. Memasaknya tak sulit.

"Malam hari itu pastinya Anda sudah dilelahkan karena pekerjaan, otomatis butuh protein untuk mengembalikan stamina. Anda bisa mengolah telur puyuh karena memasaknya sangat mudah dan sederhana," ucap Andrew Moreez, Executive Chef Swiss Bell Harbour Bay Batam kepada Okezone.

Sebelum dimasak, maka rebus dahulu telur puyuhnya. Selain mempercepat proses pematangan telurnya, bagian kulit luarnya pun mudah dikupas.

Sambil menunggu telur puyuhnya matang, Anda bisa menghaluskan bumbunya. Haluskan bawang merah, bawang putih, cabai merah, merica, daun jeruk, kunyit serta garam dan merica.

"Penambahan daun jeruk adalah untuk memperkaya aroma wangi di dalamnya, ketika dimakan akan jadi lebih enak," bebernya.

Kemudian, tumis irisan bawang bombay hingga harum dan masukkan bumbu halusnya. Masukkan udang dan aduk hingga berubah warna.

Masukkan pula potongan tahu dan telur puyuh yang sudah dikupas kulitnya. Aduk kembali. Berikan pula santannya.

"Karena menggunakan udang, maka perhatikan waktu memasaknya sebab memasak udang terlalu lama akan menyebabkan tekstur udang jadi hancur," paparnya. 

Terakhir, masukkan tomat, cabai rawit, serta irisan daun bawang dan daun kemangi. Masak hingga semua bahan matang.

"Pada saat pemasakan santannya, maka aduk terus hingga semua bahan matang supaya santan tidak pecah," tutupnya. (fmh) (ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Makanan Sehat Untuk Sang Buah Hati

Posted: 10 Mar 2014 07:08 AM PDT

SEMUA orang tua, pasti menginginkan yang terbaik untuk buah hatinya. Mulai dari sekolah, pakaian, hingga makanan.

Untuk makanan, orang tua juga memilih makanan yang sehat untuk anak. Beberapa mungkin masih ada yang memasak untuk anaknya, atau bisa juga asisten rumah tangga yang memasak. Namun, ada pula yang membeli makanan instan dengan alasan agar cepat dalam memasak. Khusus di Indonesia, banyak yang tidak sengaja atau belum menyadari bahwa kebiasaan makan dari kecil sangat berpengaruh terhadap otak dan tubuh anak. Pola hidup makan sehat untuk anak harus diterapkan sejak dini, seperti memberikan makanan yang mengandung zat besi, protein, mineral, dan karbohidrat. Pemilihan bahan makanan juga perlu diperhatikan.

Terlebih anak usia dini, masih sangat rentan terhadap penyakit. Namun, melihat keadaan pola hidup di negara kita, masih banyak yang belum menyadari betapa penting makanan sehat untuk anak sejak dini. Makanan yang dikonsumsi anak sejak kecil dapat membantu membangun sistem ketahanan tubuh terhadap penyakit. Seperti di Jepang, anak tidak dibiasakan untuk makan sembarangan di luar. Ke sekolah pun, mereka pasti membawa bekal dari rumah. Bekal yang dibawa pun terdiri dari makanan sehat seperti sayur, daging, dan nasi atau mi.

Hal ini juga bisa diterapkan pada anak Anda. Jika si anak tidak terlalu suka dengan sayur, Anda bisa menyiasatinya. Seperti ibu-ibu di Jepang, mereka membuat makanan di kotak bekal anak mereka dengan kreatif. Misalnya nasi dicetak dengan bentuk yang disukai anak, sebagai contoh bentuk Hello Kitty. Lalu, sayur bisa dipakai untuk bentuk mata, hidung, dan rumput laut kering untuk alis.

Dengan membuat bentuk seperti ini, anak akan merasa senang untuk memakan bekal tersebut dan sudah dijamin sehat. Masyarakat Jepang termasuk anakanak, juga dibiasakan mengonsumsi berbagai jenis jamur, kacang-kacangan, rumput laut, serta ikan. Dengan begitu, asupan nutrisi dan gizi dalam tubuh seimbang. Anak-anak di Jepang, juga dibiasakan minum susu.

Namun bukan susu formula. Di Jepang, sangat jarang ditemukan supermarket yang menjual susu formula. Hal ini karena kebiasaan mengonsumsi susu sapi yang murni tanpa melalui proses olahan pabrik. Dengan mengonsumsi susu sapi murni, lebih banyak kalsium yang diserap oleh tubuh anak. Sama seperti halnya di Jepang, masyarakat yang menetap di daerah Mediteranian (Yunani, Spanyol, dan Italia), ratarata makanan yang dikonsumsi adalah sayur, lentil, dan kacang-kacangan, rempah-rempah segar, ikan dan daging unggas (ayam,bebek) yang dipanggang.

Lalu minyak yang dipakai untuk memasak pun merupakan extra virgin olive oil (minyak murni dari buah zaitun) yang tidak mengandung banyak lemak. Melihat hal ini, tentulah anakanak di daerah Mediteranian memiliki pola makan yang sehat karena menggunakan bahan yang segar dan tentunya proses memasak yang tepat. Seperti di Italia, mereka senang menggunakan tomat dan daun kemangi dalam masakan mereka. Dengan menggunakan kemangi dan tomat segar dalam masakan, selain baik untuk tubuh, dua bahan tersebut dapat menambah rasa pada makanan.

Rasanya kurang lengkap jika berbicara tentang kuliner, namun tidak menyebutkan Prancis sebagai mother of culinary. Sebagai poros dari kuliner, Prancis memang terkenal dengan keanekaragaman hidangan. Dan tentu saja ini berpengaruh terhadap cara makan masyarakat Prancis. Di Prancis, para orang tua telah mendidik anak mereka sejak dini tentang pola makan. Seperti jam makan antara sarapan, makan siang, dan makan malam harus teratur, tidak boleh ngemil di dekat waktu makan. Itu karena efek dari ngemil adalah kita akan melupakan jam makan yang biasa kita jalani, dan juga dapat menimbulkan penyakit.

Selanjutnya mengambil makanan secukupnya. Karena bagi orang Prancis, lebih baik makan sedikit-sedikit daripada harus langsung banyak. Menurut penelitian The University of Edinburgh, anak yang mengonsumsi makanan yang dikonsumsi oleh orang tuanya jauh lebih sehat. Karena menurut jurnal yang dibuat oleh si peneliti, yaitu Valeria Skafida, menyatakan bahwa menghidangkan makanan khusus untuk anak terkadang membuat anak kehilangan nutrisi makanan tersebut.

Hal senada juga diutarakan Dr Colin Michie, pimpinan dari Komite the Royal College of Paediatrics and Child Health's. Dia mengatakan,terdapat koneksi dalam memberi makan anak secara terpisah (menu masing-masing antara orang dewasa dan anak-anak). Hal itu dapat menimbulkan masalah kekurangan vitamin D, zinc, dan zat besi yang dapat berpengaruh terhadap proses belajar anak. Melihat gambaran tentang pola makan sehat anak-anak di negara-negara maju tersebut, kita dapat melihat bahwa mereka sangat menghargai kuliner khas negara mereka.

Hal itu ditunjukkan dengan pemakaian bahan memasak dan tentunya itu akan berpengaruh dengan apa yang akan dimasak. Sayangnya di Indonesia, sebagian besar masih belum sadar pentingnya pola makan sehat sejak dini serta belum sadarnya memasak dengan menggunakan bahan baku lokal. Hal ini terlihat jelas dengan masih banyaknya yang mengonsumsi makanan instan. Anak-anak pun terbiasa mengonsumsi makanan ringan. Sebaiknya tunda memberi makanan instan bagi anak Anda sejak bayi. Usahakan jangan memberikan "baby food jar" atau makanan apa saja yang di kaleng.

Makanan bayi yang tersedia di kaleng, tidak mengandung nutrisi apa pun. Justru kandungan di dalamnya lebih banyak air daripada bahan-bahan sayur yang disebutkan oleh produk. Dan sudah pasti mengandung bahan kimia yang tidak diperlukan oleh tubuh anak Anda. Kepraktisan makanan instan cepat saji seperti food jar, tidak akan membuat anak Anda sehat. Untuk memasakan makanan bagi anak, Anda tidak perlu berpikir rumit. Lihat contoh negara Jepang, Mediteranian, dan Prancis.

Kunci utama mereka adalah bahan lokal yang berujung pada hasil makanan lokal dan makanan yang disantap orang tua tidak masalah untuk dinikmati oleh anak Anda juga. Jika di Indonesia, Anda bisa memasak makanan tradisional Indonesia. Contoh pepes dari ikan atau ayam, atau gado-gado. Bisa juga membuat tempe dan tahu goreng. Alternatif lain yang sehat adalah sup. Selain sup bisa disantap oleh anak-anak, sup juga dapat disantap orang dewasa. Anda bisa membuat sup kacang merah, sup ikan, sup halus dari kembang kok, tomat, wortel, jagung, pumpkin (labu kuning).

Untuk sup halus, caranya cukup mudah. Bahan-bahannya hanya terdiri dari kentang, wortel (untuk sup halus dari kembang kol, tidak usah memakai wortel), bawang bombai, batang seledri, daun bawang (bagian putihnya saja karena jika memakai bagian hijaunya, maka akan berdampak pada warna sup), bawang putih, bawang merah dan bahan utama (tergantung sup yang ingin Anda masak).

Cara memasaknya pun mudah. Dengan wajan dan minyak yang sudah panas, tumis bawang putih, bawang merah, dan bawang bombai hingga harum. Lalu masukkan kentang dan bahan lainnya yang telah disebutkan. Tambahkan air, tunggu hingga lunak. Jika semua bahan telah lunak, baru dihancurkan bisa menggunakan blender. Untuk itu, sudah menjadi tugas para orang tua harus menerapkan disiplin makan sehat kepada anak sejak dini. Tentunya dimulai dari orang tua karena anak akan melihat dan mengikuti apa yang dilakukan orang tua, apalagi dalam hal makanan. Para orang tua harus bisa memberikan contoh mengonsumsi makanan sehat.

Dengan begitu, anak akan ikut mencontoh dengan sendirinya. Apalagi kita tidak perlu membedakan menu anak dan menu orang tua. Oleh karena itu, peran orang tua dalam memilih makanan juga sangat penting. Jika perlu, ajak anak untuk menentukan menu makanan bersama. Selain si anak bisa lebih sehat, anak juga bisa sambil belajar untuk memasak, bukan? (ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Puaskan Lidah dengan Udang Bakar Madu

Posted: 10 Mar 2014 06:05 AM PDT

Johan Sompotan - Okezone
Senin, 10 Maret 2014 20:05 wib
detail berita
Udang bakar madu (Foto:Dapurcobek)
HAI Chef, saya Rila (28) suka dengan udang apalagi bila dimasak dengan dipanggang. Biasanya, selalu memakai bumbu kecap padahal ingin mencoba dengan bumbu lainnya. Adakah, kreasi lainnya dalam membuat udang bakar? Terima kasih solusinya.

Rila - Bekasi

Jawab:
Memasak dengan cara dibakar atau dipanggang memang paling enak, apalagi rasa keasliannya bisa terasa ketika disantap. Jika suka dengan udang bakar, maka buat saja udang bakar madu.

Pertama kali bersihkan udangnya, keluarkan kotorannya yang ada di punggung dengan memakai tusuk gigi. Lalu berikan garam serta bumbu rempah seperti serai, daun salam atau kunyit.

Jangan gunakan jeruk nipis karena kadar acid yang ada di dalam jeruk bisa mematangkan daging, saat dimakan pun tak enak. Diamkan udang yang sudah dilumuri bumbu selama 5 menit saja.

Kemudian, tumis bawang putih, bawang bombay dengan mentega. Berikan pula daun jeruk lalu masukkan kecap manis dan merica, aduk hingga merata. Matikan apinya.

Ambil udangnya dan taruh di dalam wadah, kemudian taburi udang dengan sedikit garam dan masukkan bumbunya ke dalam udang, aduk hingga merata.

Siapkan panggangan, bakar udangnya. Ketika dibakar, maka olesi dengan bumbu yang dimasak tadi hingga setengah matang, lalu olesi dengan madu dan panggang hingga matang.

Winnie Kusuma Wardhani
Selebriti Chef (fmh)
(ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Tidak ada komentar: