Jumat, 07 Maret 2014

“Pedas-Pedas Nagih Dendeng Batako” plus 2 more

“Pedas-Pedas Nagih Dendeng Batako” plus 2 more


Pedas-Pedas Nagih Dendeng Batako

Posted: 07 Mar 2014 05:27 AM PST

SETIAP restoran punya menu paling spesial, termasuk bila datang ke resto Saraso yang berada di Citiwalk, Sudirman. Jika ke resto tersebut, Anda wajib mencoba Dendeng Batako.

Restoran yang mengkhususkan pada suguhan makanan Padang peranakan ini memang menghadirkan citarasa yang berbeda. Suguhan dendeng batako terbilang laris banyak penikmatnya.
 
"Kuliner kami yang spesial adalah dendeng batako, citarasa daging sapinya memang paling dicari konsumen ketika datang ke resto Saraso," ucap Aldo Massali, Director resto Saraso kepada Okezone di Jakarta.

Dendeng batako asli ranah Minang ini memang sedikit diubah rasa keasliannya.Hal ini disebabkan karena resto Saraso ingin mengenalkan citarasa peranakan yang ada di Padang.

"Untuk rasanya, sedikit kami tambahkan rasa manis karena disesuaikan dengan campuran peranakan Chinese tapi tetap tak menanggalkan keaslian dari Padangnya," bebernya.

Untuk membuat dendeng batako, daging sapi terlebih dahulu direbus bersama garam dan daun salam selama tiga jam dengan mempergunakan api kecil.

Pemakaian daun salam untuk menghilangkan bau amis yang melekat dari daging sapi, sementara garam untuk memberikan rasa gurih.

Setelah direbus, barulah daging sapi diangkat serta disaring kemudian ditaruh di dalam wadah yang nantinya didiamkan hingga esok hari. Proses inilah akan membuat seluruh kadar serat yang ada di daging sapi bisa terbuka. Dari sinilah sisi keempukan daging bisa didapatkan walaupun mengandalkan daging sapi lokal.

Selanjutnya, daging sapi dipotong dengan ukuran kecil karena diolah menjadi dendeng. Berikutnya, daging sapi direndam bersama bumbu yang sudah dicampur menjadi satu.

"Kasih air, bawang putih, merica, garam, dan cuka, lalu semua bahan diaduk dan daging yang sudah dipotong tadi direndam selama 5 menit," bebernya.

Kemudian, dendeng yang sudah direndam digoreng untuk menambah selera pada dagingnya. Proses pemasakan hanyalah 10 menit atau mencapai warna keemasan pada dagingnya.

Terakhir, siapkan sambal baladonya. Siapkan cabe merah yang sudah dipotong kasar dan memarkan, lalu panaskan minyak dan tumis bumbunya mulai dari cabai merah, bawang merah serta tomat. Masak hingga semua bumbu layu beri garam dan sedikit gula, aduk dan masak hingga semua bumbu matang.

"Taruh dendeng yang sudah matang di piring kemudian berikan sambal balado yang sudah dimasak," tutupnya. (kem)
(ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Kiat Mudah Bersihkan Kompor Gas

Posted: 07 Mar 2014 03:03 AM PST

Johan Sompotan - Okezone
Jum'at, 7 Maret 2014 18:03 wib
detail berita
Bersihkan kompor dengan baik (Foto:boldsky)
SESUDAH dipakai, kompor harus dibersihkan. Bila tidak, Anda akan menemukan kendala besar saat pembersihannya kemudian.

Banyak yang beranggapan bila membersihkan kompor sangatlah menyulitkan, terlebih banyak sudut kompor yang harus dibersihkan. Banyak minyak terakumulasi di atas kompor sehingga semakin sulit untuk dibersihkan.

Membersihkan kompor pun bukan sembarangan. Bila salah perlakuan, kompor bisa berubah warna hingga bisa merusak bagian pembakarannya.

Berikut beberapa tips membersihkan kompor usai dipakai, seperti dilansir Boldsky:

Bersihkan besi
Lepaskan tungku dan rendam besi sebagai alat penahan panci maupun wajan selama beberapa jam. Gunakan sarung tangan untuk mengangkat kotoran yang menempel pada besi dengan memakai larutan amonia. Bilas dengan air.

Bersihkan kompor
Taburkan baking soda di atas kompor kemudian semprot dengan air panas di atasnya. Tunggu selama 30 detik dan gosok untuk menghilangkan noda minyak.

Bersihkan bagian pembakaran
Angkat semua bagian pembakaran yang bisa dilepas-pasang dan rendam di dalam air sabun hangat selama satu jam. Hati-hati dalam melepasnya. Jangan gunakan tusuk gigi.

Untuk menghilangkan noda minyak, gunakan pasta dan baking soda lalu gosok secara lembut serta bilas sampai bersih. Pastikan benar-benar kering sehingga bisa dipergunakan kembali. (ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Begini Cara Masak Ayam Bebas Bakteri

Posted: 07 Mar 2014 02:00 AM PST

BANYAK orang doyan menyantap hidangan berbahan ayam. Untuk menghasilkan rasa yang lezat, ada beberapa bocoran dari Chef Arnold Poernomo.

Chef Arnold Poernomo mengatakan, daging ayam membutuhkan perhatian khusus dalam memasaknya. Bila keliru, bakteri salmonela akan berkembang biak dengan cepat di dalamnya.

Pada saat ingin mengolah daging ayam, Chef Arnold menyarankan untuk selalu mempergunakan pisau yang baru, bukan pisau bekas memotong bahan makanan lainnya.

"Saya yakin Anda tidak paham betul bakteri apa saja yang ada di dalam daging ayam, seperti bakteri salmonela yang sangat berbahaya. Jangan langsung menggunakan pisau sebelumnya untuk memotong ayam," ucapnya di Jakarta, baru-baru ini.

Selain pisau, talenan untuk memotong sebaiknya daging ayam sebaiknya tidak digabungkan dengan talenan untuk memotong bahan lain. Bila Anda sebatas memiliki satu pisau, maka cuci dahulu pisau hingga bersih baru kemudian digunakan.

Setelah pembersihan, masuk ke tahapan pemasakan. Saat mengolah ayam, masaklah dengan benar.

"Jangan samakan daging ayam dengan daging sapi. Daging ayam tidak bisa dimasak dalam kondisi setengah matang sebab bakteri di dalamnya sangat tinggi," tambahnya.

Daging ayam yang dimasak setengah matang akan berisiko untuk kesehatan tubuh. Lalu, bagaimana cara yang tepat untuk mengetahui bahwa daging ayam sudah matang?

"Cukup gunakan garpu, tusuk dan koyakkan daging ayam. Bila terdapat juicy atau cairan yang keluar, pertanda sudah matang," tutupnya. (ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Tidak ada komentar: