Minggu, 16 Maret 2014

“Sajian Pencuci Mulut ala Seni Modern” plus 2 more

“Sajian Pencuci Mulut ala Seni Modern” plus 2 more


Sajian Pencuci Mulut ala Seni Modern

Posted: 16 Mar 2014 06:03 AM PDT

Mutya Hanifah - Okezone
Minggu, 16 Maret 2014 20:03 wib
detail berita
Art of Chocolate (Foto: Mutya/Okezone)
HIDANGAN pencuci mulut, selain harus lezat juga tentunya akan lebih menarik lagi bila ditampilkan dengan bentuk yang unik. Hal inilah yang dihadirkan oleh Chef Janice Wong dari Singapura.

Dalam Singapore Secret Dining Experience yang diselenggarakan oleh Singapore Tourism Board, Chef Janice menyajikan hidangan pencuci mulut dengan tema coklat, namun presentasinya sungguh lain daripada yang lain. Coklat-coklat ini dibentuk sedemikian rupa dan memiliki isi yang mengejutkan pencicipnya.

"Saya terinspirasi dari kenangan masa kecil. Kenangan kita akan permainan, itu saya tuangkan di hidangan pencuci mulut Art of Chocolate ini," kata Chef Janice saat Singapore Secret Dining Experience di Moovina, Jakarta, belum lama ini.

Coklat yang ia hadirkan ditampilkan seperti sebuah kesenian moderen yang playful. Tak hanya coklat, bahkan ada jelly juga, yang dibuat seperti cat minyak tumpah di atas kanvas.

"Inspirasinya juga dari seni moderen. Ini beberapa bagian meja untuk menampilkan makanannya juga bisa dimakan," tuturnya.

Coklat yang ia sajikan berisi nougat legit juga butiran permen kecil yang meledak-ledak di mulut. Ada pula permen coklat berisi krim teh hijau dan cairan seperti jeruk nipis.

"Penampilan coklat seperti ini memang kadang membuat orang sayang memakannya," tukas Chef Janice, sambil tergelak. (ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Ini Resto Amerika Paling Eksklusif, Daftar Tunggunya 5 Tahun!

Posted: 16 Mar 2014 04:18 AM PDT

NEW YORK - Damon Baehrel memiliki apa yang kebanyakan chef di dunia ingin memilikinya. Dia bekerja pada sebuah restoran dengan daftar tunggu lima tahun.

Di restoran ini, Baehrel bertindak sebagai koki, pelayan, petani, penjelajah, tukang kebun, pembuat keju, pemotong daging, dan banyak lagi. Dialah yang menyajikan sebuah hidangan di bangunan seluas 48.562 meter persegi ini. Restoran ini dikenal dengan nama Basement Bistro. Letaknya benar-benar di basement rumah Baehrel dan hanya memiliki 12 meja di dalamnya.

Setiap malamnya, dia memasak dan melayani 15 hidangan untuk 18 tamu. Meskipun tidak pernah menjalani kursus memasak profesional, Baehrel adalah master molecular gastronomy. Semua hidangan porsi kecil buatannya disuguhkan lewat penyatuan teknik khusus dengan bahan-bahan dari kebun keluarganya.

Salah satu menu khasnya bernama sumac flavored ice slush yang dibuat dari seduhan daun sumac untuk membuat teh kemudian ditambahkan batang violet liar dalam bentuk cair (dipotong dari halaman belakang rumahnya), juga selusin varietas buah anggur segar dari kebunnya. Dia membekukan bahan campuran tersebut dan menyajikannya hanya satu sendok untuk sensasi makan yang menyegarkan.

Baehrel membangun sendiri dapurnya, yang awalnya gudang, dengan nuansa warna merah-putih. Dia bekerja keras untuk menjaga dapurnya tetap bersih dengan meletakkan lembaran plastik untuk melindungi lantai linoleumnya. Bila ingin, para tamu bisa melongok dapurnya yang turut dihias bahan-bahan unik di raknya, seperti pakis bubuk atau acara daun maple.

Untuk bisa merasakan eksklusivitas bersantap di restoran ini, masing-masing tamu harus mempersiapkan dana tidak sedikit, yakni USD255 atau sekira Rp2,9 juta, tanpa anggur dan tip. Namun, banyak orang dibuat penasaran dengan suasana dan hidangan unik yang disuguhkan restoran ini. Beberapa tamu, misalnya, menceritakan perjalanan tiga jam, sebagian lainnya bahkan terbang semalaman untuk bisa makan di restoran yang berlokasi di Earlton, New York, Amerika Serikat, ini.

Daftar tamu Baehrel terdiri dari beberapa selebriti, seperti Jerry Seinfeld dan Martha Stewart. Dia juga telah memiliki pelanggan dari 48 negara sejauh ini. Kabarnya, bahkan Obama telah memesan tempat pada 2011, namun Baehrel tidak membocorkan kabar tersebut karena dia yang membuat daftar tamu pribadinya.

Restoran Baehrel tidak pernah dengan sengaja memasang iklan pada media massa. Promosinya hanya lewat berita-berita yang menggambarkan keunikan restorannya. Dia mengaku tidak mempunya tenaga pemasaran, apalagi manajer bisnis. Dan, satu-satunya cara untuk memesan tempat di restoran Baehrel adalah melalui email.

Baehrel tidak bisa disebut seorang pengusaha karena tampaknya dia mengutamakan kualitas makanan. Namun, pemasukan mantan pembalap motorcross ini selama setahun bisa mencapai USD750 ribu atau sekira Rp8,5 miliar, tidak banyak berbeda dengan pendapatan USD1 juta setahun sebuah restoran paling sukses di Manhattan.

Baehrel mengatakan bahwa ia belajar memasak dari ibunya, seorang tukang kebun. "Saya belajar memotong sayuran di alam, tidak pernah melihatnya dalam sebuah buku masak. Dalam keluarga saya, kami hanya belajar melakukannya sendiri dan inspirasi datang dari alam," tuturnya, seperti dikutip dari Odditycentral, Minggu (17/4/2014).

"Semua yang saya butuhkan ada di sini. Dan, saya akan menghabiskan sisa hidup untuk mengembangkan dan mengeksplorasi apa yang mungkin," ujarnya. Bila penasaran, Anda perlu membuat pemesanan sekarang karena, diakui Baehrel, daftar tunggumya bisa mencapai lima tahun. (ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Bahan Makanan Makin Mahal, Begini Trik Berhemat

Posted: 16 Mar 2014 02:06 AM PDT

MENDAPATI harga bahan makanan kian mahal, tidak ada yang dapat dilakukan selain berhemat. Ada beberapa trik untuk Anda bisa menghemat kegiatan memasak.

Makan hemat tidak berarti harus menyetok makanan kemasan dalam jumlah banyak. Anda tetap dapat makan sehat sambil hemat berbelanja, simak beberapa triknya, seperti dikutip dari Sheknows:

Makan lebih banyak sup
Sup yang baik bisa menjadi penyelang ataupun awal masak yang baik. Sup juga merupakan cara yang bagus bila Anda ingin fokus untuk menghemat anggaran belanja makanan. Hanya dengan beberapa bahan, Anda dapat membuat hidangan cantik juga lezat.

Beli potongan daging yang murah
Di restoran, Anda pasti akan disajikan potongan daging steak yang kecil tetapi dengan harga cukup mahal. Sebenarnya, yang terjadi bisa sebaliknya. Setiap potong daging biasanya lebih murah dibandingkan steak biasa karena membutuhkan waktu dan usaha untuk akhirnya nikmat disantap.

Namun, pengeluaran besar tentu akan menjadi masalah tersendiri bila Anda ingin berhemat. Belilah daging dengan potongan lebih murah, apakah akan direbus, panggang, ataupun menggunakan slow cooker. Daging dengan potongan lebih murah pun tidak kalah lembut dan juicy.

Berbelanja dalam jumlah besar
Membeli dalam jumlah besar bisa Anda lakukan pada bahan makanan kering, seperti kacang-kacangan, beras, pasta, dan sebagainya. Anda akan membeli apa yang Anda butuhkan, ketika Anda membutuhkannya. Meski bisa disimpan, hindari godaan untuk membeli bahan makanan yang tidak Anda rencanakan ingin memakainya.

Bukan produk bermerek
Membeli merek generik alias murah adalah cara cerdas saat berbelanja, terutama ketika membeli bahan makanan pengisi dapur. Cari lah alternatif bahan makanan dengan merek yang lebih murah, tanpa mengorbankan rasanya.

Sebut saja minuman soda. Tak perlu hanya terpaku pada minuman soda bermerek terkenal. Sebagai siasatnya, beli minuman soda generik lalu tambahkan sirup buatan sendiri untuk membuat soda Anda sendiri yang bebas pengawet dan pewarna buatan.

Siasati rempah-rempah
Menggunakan rempah-rempah khusus mampu memberikan dorongan rasa yang mengejutkan pada masakan Anda. Namun, Anda tidak perlu membeli bumbu rempah kering dalam jumlah banyak, seperti jinten, kunyit, adas, dan sebagainya ketika Anda bisa membelinya cukup sedikit. Beli rempah-rempah dalam jumlah kecil untuk menjaganya segar dan memungkinkan Anda hanya membayar apa yang Anda butuhkan. (ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Tidak ada komentar: