Minggu, 13 April 2014

“Alasan Tiap Episode Junior MCI Eliminasi Dua Kontestan” plus 2 more

“Alasan Tiap Episode Junior MCI Eliminasi Dua Kontestan” plus 2 more


Alasan Tiap Episode Junior MCI Eliminasi Dua Kontestan

Posted: 13 Apr 2014 06:10 AM PDT

Johan Sompotan - Okezone
Minggu, 13 April 2014 20:10 wib
detail berita
Junior MasterChef Indonesia 2014 (Foto:RCTI)
DI ajang kompetisi memasak Junior MasterChef Indonesia (MCI), para juri harus memulangkan dua kontestan dalam satu kali eliminasi. Metode eliminasi ini tergolong baru sebab pada MasterChef Indonesia hanya memulangkan satu orang.
 
Eliminasi kontestan Junior MasterChef Indonesia yang dianggap gagal menyelesaikan tantangan dilakukan oleh Chef Master yang terdiri dari Chef Degan, Chef Marinka, serta Chef Arnold. Di Gallery Junior MCI, dua orang sekaligus dipulangkan.

"Kami menjaga psikologis anak-anak karena usianya masih 8 hingga 13 tahun," ucap Chef Marinka kepada Okezone di Jakarta, baru-baru ini.

Menurutnya, jika hanya mengeliminasi satu orang, kontestan tersebut tentu akan merasa sangat kecewa. Namun bila dua orang, dia tidak akan merasa terlalu kecewa karena ada temannya yang juga tidak lolos ke tahap berikutnya.

"Kita tahu bagaimana anak kecil bereaksi. Mereka masih polos, bisa membuat mentalnya down ketika tahu harus pulang," bebernya.

Chef Marinka mengharapkan, kedua konstestan yang tereliminasi akan menerima keputusan tersebut dengan lapang dada. "Mereka sudah punya tujuan dan tahu apa yang akan dihadapi," tutupnya.


 
(ftr)
Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Tipe-Tipe Pengunjung Restoran yang Menyebalkan (2-Habis)

Posted: 13 Apr 2014 04:11 AM PDT

KETIKA Anda duduk di dekat seseorang yang mengganggu di sebuah restoran, apa yang akan Anda lakukan? Ada beberapa pilihan yang dapat Anda ambil.

Anda dapat meminta orang tersebut untuk berhenti bersikap menjengkelkan, tetapi langkah ini tentu berisiko pada Anda sendiri. Bisa saja dia tidak menyadari kesalahannya, jadi tidak ingin mengubah sikap. Bagaimana jika Anda yang kemudian dituduh menggantu? Situasinya tentu menjadi lebih menjengkelkan.

Namuh, pilihan yang diambil kebanyakan orang adalah menghadapi situasi tersebut sambil menggerutu dalam hati selama makan. Yuk, simak sikap menjengkelkan beberapa pelanggan restoran, seperti dikutip dari Thedailymeal:

Egois
Di restoran ramai, selalu ada satu orang, yang untuk beberapa alasan, merasa seperti mereka makan sendirian. Contoh tingkahnya yang menyebalkan, adalah meletakkan barang-barang belanjaan yang sangat banyak di samping meja hingga menghalangi kenyamanan duduk tamu lain. Jika Anda mendapatkan duduk di sampingnya, mintalah dengan sopan untuk menyingkirkan barang-barangnya dari zona Anda.

Pemabuk
Pemabuk biasanya berbicara keras dan sedikit tidak menghargai orang lain di sekitarnya. Pihak restoran tentu akan memberi perhatian untuk pengunjung seperti ini. Untungnya, pemabuk juga cenderung untuk menarik perhatian kepada diri mereka sendiri dari segala penjuru ruangan. Jadi, jika mereka menjadi sangat ceroboh, secara sopan Anda bisa menunjukkan pintu keluar sebelum dia melakukan banyak kerusakan.

Bicara dengan mulut penuh makanan
Terdengar menyebalkan saat orang di dekat Anda berbicara dengan kondisi mulut penuh makanan. Saat dia mencoba berbicara dan mengunyah pada saat yang sama, Anda bisa berdoa semoga dia juga tidak menjadi pembicara keras.

Anak yang menjengkelkan
Beberapa kelakuan anak-anak bisa terasa menjengkelkan, seperti berlarian di sekitar meja, berteriak-teriak, mengeluhkan setiap hal kecil, atau mungkin menangis tak terkendali tanpa alasan yang jelas. Sebaiknya Anda memilih tempat duduk jauh dari mereka, jika terdapat banyak pilihan. (ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Tipe-Tipe Pengunjung Restoran yang Menyebalkan (1)

Posted: 13 Apr 2014 02:14 AM PDT

SETIAP pelanggan akan membayangkan pengalaman makan yang menyenangkan ketika memasuki sebuah restoran Namun, siapa bisa menduga, ada saja kejadian yang membuyarkan bayangan tersebut.

Pelayan akan datang menyambut Anda sambil tersenyum hangat, menunjukkan tempat duduk yang Anda butuhkan, juga melayani pesanan. Namun, restoran adalah tempat publik dengan berbagai latar kebiasaan.

Ada banyak tipe pengunjung restoran yang bisa menggganggu pengalaman bersantap Anda, seperti diulas Thedailymeal:

Berbicara keras
Ketika Anda duduk di sebuah restoran, pengunjung bersuara keras akan mudah Anda ketahui meski berjarak beberapa meja darinya. Sayangnya, pembicara keras cenderung berkumpul dalam kelompok ketika makan, bahkan dapat mendominasi seluruh ruang makan.

Tukang komplain
Untuk pengeluh, tidak ada yang pernah sesuai dengan keinginan mereka. Tidak ada cukup es di gelas minumnya, makanan pesanannya kurang pedas, dan sebagainya. Ada-ada saja komplain yang mereka sampaikan, jadi bersiaplah mendengar setiap keluhannya.

Pasangan umbar kemesraan
PDA (public display of affection) tidak akan menggangu orang sekitar bila dilakukan di tempat yang tepat. Sebenarnya, restoran bukan tempat yang tepat, tapi pasangan ini ingin memastikan bahwa seluruh dunia tahu mereka sedang jatuh cinta.

Orangtua tak memedulikan anaknya
Saat pasangan menikmati santapannya, anak-anak mereka mungkin dibiarkan berkeliaran di restoran. Bila tindakan mereka sudah sangat mengganggu pelanggan lain, Anda bisa meminta bantuan pelayan atau manajer restoran untuk mengajak anak-anak tersebut ke arena bermain di dalam restoran. Jika tidak ada, Anda mungkin harus sedikit bersabar. (bersambung) (ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Tidak ada komentar: