Minggu, 06 April 2014

“Chef Degan Harus Lebih Sabar di Junior MasterChef Indonesia” plus 2 more

“Chef Degan Harus Lebih Sabar di Junior MasterChef Indonesia” plus 2 more


Chef Degan Harus Lebih Sabar di Junior MasterChef Indonesia

Posted: 06 Apr 2014 07:03 AM PDT

Johan Sompotan - Okezone
Minggu, 6 April 2014 21:03 wib
detail berita
Junior MasterChef Indonesia 2014 (Foto:RCTI)
APA jadinya bila anak-anak mengikuti kompetisi memasak? Yups, itulah yang terjadi di kompetisi memasak Junior MasterChef Indonesia.

Salah satu juri Junior MasterChef Indonesia, Chef Degan, mengaku kesulitan dalam menilai anak-anak dalam memasak. "Namanya juga anak-anak, otomatis kita sebagai juri dituntut lebih sabar dalam menilainya," ucap Chef Degan Septioadji, salah satu juri Junior MasterChef Indonesia kepada Okezone di Jakarta, baru-baru ini.

Kesulitan yang berarti, diakuinya, adalah ketika masing-masing kontestan sudah berada di Galeri untuk memasak. Apalagi, memasak berhubungan dengan peralatan yang membahayakan.

"Pada saat proses pemotongan memang harus diawasi sebab masih banyak yang belum mengerti memotong dengan benar ataupun masih ingin bermain," bebernya.

Chef Degan pun mengakui bila kecepatan maupun kekuatan memasak para kontestan Junior MasterChef Indonesia tidak seperti kompetisi kalangan dewasa. Dan lucunya, beberapa kontestan malah bekerjasama satu dengan yang lainnya di ajang kompetisi ini.

"Cara menegurnya pun enggak bisa sembarangan, bukan seperti orang dewasa. Itu tantangannya," tutupnya. (ftr)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Waduh, Kontestan Junior MasterChef Indonesia Tersayat Pisau!

Posted: 06 Apr 2014 04:02 AM PDT

JUNIOR MasterChef Indonesia akan tayang perdana Minggu, 6 April 2014, pukul 16.30 WIB. Beragam keseruan dalam memasak siap diperlihatkan oleh 21 pesertanya.

"Junior MasterChef Indonesia secara garis besar sama dengan yang seniornya, hanya saja Junior MasterChef menampilkan keahlian anak-anak dalam memasak," ucap Chef Degan Septioadji, salah satu juri Junior MasterChef Indonesia, kepada Okezone di Jakarta, baru-baru ini.

Usia peserta yang berada pada rentang usia 8-13 tahun, ditambahkan Chef Degan, menjadi tantangan tersendiri. Pasalnya, mereka dituntut bisa memaksimalkan cara kerjanya dalam waktu terbatas.

Namun, kata Chef Degan, itu yang justru memunculkan keseruan. Anak-anak memperlihatkan emosi serta kepanikan secara apa adanya.

"Banyak peserta yang tak sanggup membawa beban bahan masakan yang banyak sehingga tidak sedikit akhirnya jatuh," bebernya.

Tak pelak, beberapa peserta Junior MasterChef Indonesia mengalami cedera ringan. "Ada beberapa kontestan yang jarinya terkena pisau, sama seperti di MasterChef Indonesia yang senior. Itulah realitasnya di Galeri Junior MasterChef Indonesia," paparnya.

Meski pesertanya anak-anak, Galeri tempat mereka memasak sama dengan yang digunakan pada MasterChef Indonesia.

"Karena mereka anak-anak otomatis ditambahkan beberapa kotak kayu agar mereka bisa enjoy dalam memasak karena memang meja memasaknya cukup tinggi bagi kontestan," tutupnya. (ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Camilan Sore, Pilih Tahu Ayam Pedas!

Posted: 06 Apr 2014 02:02 AM PDT

Johan Sompotan - Okezone
Minggu, 6 April 2014 16:02 wib
detail berita
Tahu ayam pedas (Foto:menumantab)
HAI Chef, saya Anggun (27) suka menyantap tahu. Biasanya sebatas digoreng saja. Kini, saya ingin merasakan kelezatan olahan tahu lainnya yang enak dijadikan camilan? Terima kasih jawabannya.

Anggun - Cirebon

Jawab:
Tahu memang menjadi pilihan untuk disantap khususnya dijadikan camilan. Tekstur tahu yang lembut jadi senjata utamanya. Jika suka dengan tahu maka bikin saja tahu ayam pedas.

Pertama kali, goreng daging ayamnya kemudian bila sudah matang barulah dipotong kecil-kecil atau disuwir. Setelah itu goreng tahu hingga matang. Angkat dan saring.

Tumis bumbunya mulai dari cabai merah, tomat, serai, jahe, cabai rawit, daun jeruk serta bawang putih dan bawang bombay. Kesemua bahan ini bisa dihaluskan. Masak hingga harum. Kasih sendikit perasan jeruk nipis

Terakhir, masukkan ayam dan tahunya kemudian angkat dan santap selagi masih panas.

Andrew Moreez
Executive Chef Swiss BellHotel Harbour Bay Batam (fmh)

(ftr)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Tidak ada komentar: