Jumat, 11 April 2014

“Disuruh Santap Tuna, Miss Earth Indonesia Tolak Mentah-Mentah” plus 2 more

“Disuruh Santap Tuna, Miss Earth Indonesia Tolak Mentah-Mentah” plus 2 more


Disuruh Santap Tuna, Miss Earth Indonesia Tolak Mentah-Mentah

Posted: 11 Apr 2014 06:02 AM PDT

IKAN salmon kerap dipakai pada hidangan sushi. Ikan ini disukai Yossico Stephanie, Miss Earth Indonesia. Tapi, bagaimana dengan ikan lainnya yang biasa dibuat sushi, seperti ikan tuna?

"Ikan tuna aku enggak suka. Jadi, biarpun aku disuruh makan ikan tuna, akan aku tolak mentah-mentah," tegas Yossico Stephanie, Miss Earth Indonesia kepada Okezone di Jakarta, baru-baru ini.

Ketidaksukaan terhadap ikan tuna lantaran bau amisnya. Dia merasa mual ketika menciumnya.

"Mungkin karena aku engggak suka ikan tuna, rasanya aneh. Belum lagi bau amisnya sangat kuat," tambah wanita keturunan Jepang ini.

Selain bau amis, Yossico mengaku dirinya pernah mencicipi ikan tuna tapi buatnya lidahnya berasa keset ketika menyantap daging ikan tuna.

"Ketika digigit, ada berasa keset di lidah. Bau ikannya kuat banget berbeda dengan ikan salmon, rasa manis dari ikan terasa pas dimakan," tambahnya.

Dirinya pun juga menegaskan olahan ikan tuna dalam bentuk apapun nggak akan disantap olehnya, meskipun memiliki aroma dan rasa yang enak untuk dimakan.

"Mau dimasak apapun ikan tunanya, baik bentuk kalengan, mentah ataupun digoreng bahkan dibakar percuma saja nggak akan aku makan, karena memang aku tidak suka," tutupnya.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Miss Earth Indonesia Stres Susah Cari Ikan Salmon

Posted: 11 Apr 2014 05:05 AM PDT

APA jadinya bila makanan yang disukai sulit ditemukan? Hal ini dialami oleh Yossico Stephanie, Miss Earth Indonesia, yang sempat kecewa lantaran bingung mencari ikan salmon.

Ikan salmon menjadi santapan utama warga Jepang, dalam bentuk sushi dan olahan lainnya. Bagi Yossico, ikan salmon sudah menjadi bagian dari hidupnya.

"Aku sempat merasa stress karena ikan salmon sulit sekali didapatkan. Kalau orang-orang merasa belum makan kalau enggak ketemu nasi, kalau aku belum makan kalau enggak makan salmon," tuturnya saat bertandang ke redaksi Okezone di Gedung HighEnd, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, baru-baru ini.

Kesulitan mencari ikan salmon sempat dia rasakan beberapa tahun lalu. Bahkan, dia mencarinya hingga ke restoran sushi yang ada di Jakarta.

"Aku pernah alami susah cari salmon, akhirnya aku cari sampai ke restoran sushi, itupun terbatas," kenangnya.

Menurutnya, bila tak menyantap ikan salmon, lidahnya akan terasa janggal. Pasalnya, ikan salmon yang legit telah menjadi kesukaannya sejak lama.

"Agak merasa aneh saja karena ikan salmon itu legit banget pas dimakan, mungkin karena sudah kebiasaan jadinya sulit buat menghilangkannya," tutupnya.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Chef Arnold: Pengawasan di Gallery Junior MCI Lebih Ketat

Posted: 11 Apr 2014 01:02 AM PDT

Johan Sompotan - Okezone
Jum'at, 11 April 2014 15:02 wib
detail berita
Junior MasterChef Indonesia 2014 (Foto:RCTI)
MEMASAK tak lepas dari bahaya, begitu pula di Gallery Junior MasterChef Indonesia (MCI). Para juri mengakui jika tingkat pengawasan di Gallery Junior MCI lebih ketat.

Chef Arnold, salah satu juri Junior MCI, mengatakan bila tingkat pengawasan kepada para kontestan diperketat. Pasalnya, para kontestannya masih anak-anak.

"Kami menghindari hal-hal yang tidak diinginkan bisa terjadi, makanya pengawasan di Junior MasterChef Indonesia lebih diperketat," ucapnya kepada Okezone di Jakarta, baru-baru ini.

Dirinya tak menampik bila dalam memasak, faktor bahaya bisa saja mengancam diri kontestan. Terlebih, tempat dan peralatan memasaknya sama dengan yang digunakan oleh kompetisi MasterChef Indonesia.


Juri termuda di Junior MasterChef Indonesia ini menambahkan, jumlah kamera diperbanyak selama proses syuting. Ini untuk mempermudah kinerja para kru dalam mengawasi para kontestan.

"Anak-anak itu kan masih besar keinginan bermainnya, makanya sisi pengawasan sangat diperhatikan. Apalagi di sini, kami sebagai juri sebatas membimbing, bukan seperti saat MasterChef Indonesia yang dewasa," paparnya.

Ia pun mengaku jika para juri ikut terlibat secara langsung pada proses pemasakan. Chef Arnold merasa bahwa tantangan yang harus dilewati para kontestan cukup berat.

"Kami mengerti bila bahan makanan yang diinginkan buat dimasak sangatlah berat, jadinya kami ikut membantu. Peran kami ada di situ," tutupnya.

(ftr)
Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Tidak ada komentar: