Kamis, 10 April 2014

“Kuliner Indonesia vs Hidangan Mancanegara di Junior MCI” plus 2 more

“Kuliner Indonesia vs Hidangan Mancanegara di Junior MCI” plus 2 more


Kuliner Indonesia vs Hidangan Mancanegara di Junior MCI

Posted: 10 Apr 2014 08:05 AM PDT

MEMASAK merupakan tantangan wajib yang harus dilakukan oleh kontestan Junior MasterChef Indonesia. Lalu, masakan apa saja yang wajib dibuat oleh para kontestan?

Chef Arnold, salah satu juri MasterChef Indonesia, mengatakan bila tantangan memasak yang diberikan tidak akan berbeda jauh dengan MasterChef Indonesia yang dewasa. Hanya saja, tantangan memasaknya sedikit lebih sulit.

Kesulitan tantangan memasak inipun diberikan para kontestan bukan sebatas hidangan mancanegara. "Masakan yang harus dibuat di Junior MasterChef Indonesia bukan sebatas Western melainkan terdapat masakan-masakan dari negara lain yang harus dikuasai," katanya kepada Okezone di Jakarta, baru-baru ini.

Baginya, MasterChef Indonesia diadaptasi dari luar negeri, otomatis masakannya digabung dari beberapa masakan internasional pula.

"Masakan Asia juga kami libatkan sehingga bisa memperkaya masakan yang harus dibuat oleh para kontestan. Tingkat kesulitan pasti ada karena kami ingin melihat kreativitas kontestan dalam memasak," bebernya.

Lalu, bagaimana dengan masakan Indonesia? Chef Arnold mengatakan bila masakan Indonesia memang harus ditampilkan karena kesulitan memasak ada pada masakan Indonesia yang mempergunakan banyak tahapan memasak.

"Tantangan memasak di Junior MasterChef Indonesia tetap kita seimbangkan, dimana 50 persen masakan Indonesia, 50 persennya lagi adalah masakan Internasional," tutupnya.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Di Junior MCI, Juri Ikut Repot Masak Lho!

Posted: 10 Apr 2014 07:02 AM PDT

Johan Sompotan - Okezone
Kamis, 10 April 2014 21:02 wib
detail berita
Junior MasterChef Indonesia 2014 (Foto:Johan Sompotan)
KEHADIRAN Junior MasterChef Indonesia bukan sebatas memperlihatkan keahlian serta keseruan memasak. Banyak kejutan yang disuguhkan. Salah satunya, juri ikut memasak.

Ketiga juri Junior MasterChef Indonesia, baik Chef Degan, Chef Marinka, serta Chef Arnold turut menampilkan hidangan andalannya. "Di Junior MasterChef Indonesia, kami sebagai juri ikutan memasak karena kami melihat bahwa kontestan yang ikut adalah anak-anak berusia delapan hingga 13 tahun," ucap Chef Arnold kepada Okezone di Jakarta, baru-baru ini.

Keikutsertaan para juri memasak di Gallery Junior MCi Indonesia memang tidak sepenuhnya melainkan didasari rasa kasihan ingin membantu. Maklum, para kontestan kadang terlihat kesulitan melakukan hal sederhana selama memasak.

"Kontestan yang ikut kan masih anak-anak, otomatis kami ikut membantu mereka memotong, mempersiapkan bahan makanannya. Setidaknya bisa mengurangi faktor bahaya yang mengancam saat memasak," bebernya.

Chef Arnold pun menuturkan bila para juri Junior MasterChef Indonesia pun juga ikut membawa bahan makanan yang diperlukan oleh kontestan dalam memasak.

"Kami pun ikut membantu kontestan membawa bahan makanan yang diinginkan ketika mereka ingin memasak. Hal ini bisa dimaklumi karena beban bahan makanan dengan berat kontestan tidak berimbang, makanya peran kami ada disitu," tutupnya.

(ftr)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Ini Kriteria Pemenang Junior MCI yang Dicari Juri

Posted: 10 Apr 2014 06:02 AM PDT

PARA kontestan Junior MasterChef Indonesia (MCI) masih terus berjibaku untuk menyuguhkan hidangan terbaiknya demi memincut hati ketiga juri. Bila ingin menang, ini kriterianya!

Di Junior MasterChef Indonesia, sebanyak 21 kontestan berusia 8-13 tahun harus menampilkan kemampuan memasak pada setiap episodenya. Artinya, hasil akhir akan dinilai oleh Chef Degan, Chef Marinka, dan Chef Arnold sebagai juri Junior MCI.

Bagi ketiganya, mengikuti ajang kompetisi memasak ini bukan sebatas hasil akhirnya. Banyak kriteria yang harus dipenuhi saat memasak.

"Kami bukan hanya mencari masakan enak melainkan kreatif dalam membuat masakan. Itu salah satu kriteria penilaian kami," ucap Chef Arnold kepada Okezone di Jakarta, baru-baru ini.

Kemampuan memasak yang ditampilkan selama berada di Gallery Junior MCI Indonesia pun menjadi modal bagi kontestan untuk bisa masuk ke tahap berikutnya hingga menjadi pemenang. Mereka harus bagus secara kemampuan dan teknik memasaknya.

Chef Arnold menegaskan, kontestan pun harus mampu memberikan hidangan yang baru serta berbeda ketika pada setiap tantangan memasak. Dari situlah, akan terlihat kemampuan mereka.

"Bila sebatas menguasai satu hingga tiga bentuk masakan saja, itu enggak akan dinilai. Tapi menyuguhkan masakan yang sulit dalam tahapan saat dimasak bisa jadi modal kontestan buat menang," tambahnya.

Terakhir adalah soal kebersihan. Baginya, memasak bukan hanya ingin menampilkan kemampuan saja karena faktor kebersihan juga jadi modal memasak.

"Kebersihan itu penting sekali, apalagi erat kaitannya dengan makanan jadinya saat memasak meja dapur yang dipakai memasak harus selalu bersih," tutupnya.

(ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Tidak ada komentar: