Senin, 14 April 2014

“Segera Cuci Tangan & Talenan Usai Potong Daging Unggas!” plus 2 more

“Segera Cuci Tangan & Talenan Usai Potong Daging Unggas!” plus 2 more


Segera Cuci Tangan & Talenan Usai Potong Daging Unggas!

Posted: 14 Apr 2014 09:35 AM PDT

BERIKUT pengingat lain untuk selalu mencuci tangan dan talenan Anda dengan bersih setelah menangani unggas mentah. Penelitian baru-baru ini membuktikannya.

Sebuah studi baru dalam jurnal Infection Control and Hospital Epidemology menunjukkan adanya ketahanan berlipat dari E. coli pada sebagian kecil talenan yang dikumpulkan dari rumah sakit dan rumah tangga. Ini juga terungkap pada sekitar setengah dari sarung tangan yang digunakan di dapur rumah sakit, yang semuanya digunakan untuk menangani unggas.

Untuk studi ini, peneliti dari University Hospital di Basel, Swiss, meneliti 154 talenan dari University Hospital dan 144 talenan dari rumah-rumah pribadi setelah digunakan untuk memotong daging dan sebelum dibersihkan, termasuk unggas, daging sapi, daging babi, ikan, serta daging domba. Yang digunakan untuk mempersiapkan unggas adalah 64 dari 154 talenan asal rumah sakit sedangkan dari rumah-rumah pribadi sebanyak 62 dari 144 talenan. Para peneliti juga memeriksa 20 sarung tangan yang digunakan oleh karyawan dapur rumah sakit setelah digunakan untuk menangani unggas.

Mereka menguji semua talenan dan sarung tangan dari bakteri E. coli yang dihasilkan oleh extended-spectrum beta-lactamases (ESBL), yang kebal terhadap obat. Hasilnya, tak satupun talenan yang digunakan untuk menangani daging non-unggas dinyatakan positif ESBL. Namun, 6,5 persen dari talenan rumah sakit dan 3,5 persen dari talenan rumah pribadi yang digunakan untuk menyiapkan unggas dinyatakan positif bakteri. Selain itu, 50 persen sarung tangan yang diteliti positif ESBL.

Kehadiran bakteri ESBL tidak dihubungkan dengan negara asal daging. "Penelitian kami memberikan bukti bahwa peralatan dapur dan tangan dapat dengan mudah terkontaminasi ESBL setelah pengolahan unggas mentah. Ini mengungkapkan sumber potensial transmisi berkelanjutan pada dapur rumah sakit dan rumah tangga," tulis para peneliti dalam jurnal.

"Temuan ini menekankan kebersihan tangan tidak hanya setelah menangani unggas mentah, tetapi juga setelah kontak dengan talenan yang digunakan untuk mempersiapkan unggas," tambahnya, seperti dikutip dari Huffingtonpost, Senin (14/4/2014).

Unggas bukanlah satu-satunya sumber bakteri yang dapat menyebabkan keracunan makanan. Penelitian terbaru dari Pusat Pengendalian Penyakit dan Pencegahan di Amerika Serikat menunjukkan bahwa sayuran hijau dan bayam sebenarnya sumber terbesar keracunan makanan. Jadi, pastikan Anda mencuci talenan setelah menggunakannya untuk mempersiapkan sayuran tersebut. (ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Perkenalkan, Es Krim Viagra Pendongrak Gairah Seks!

Posted: 14 Apr 2014 08:44 AM PDT

LONDON - Charlie Francis sebenarnya bukan nama yang asing untuk kreasi makanan penutup yang unik. Dia sempat membuat es krim raspberry mojito, daging sapi panggang, dan lobak. Baru-baru ini, atas permintaan khusus dari seorang kliennya yang berasal dari kalangan selebriti, Francis menciptakan variasi lebih aneh, yakni es krim Viagra.

"Ini semua sangat rahasia, kami harus menandatangani perjanjian kerahasiaan untuk tidak mengungkapkan nama klien kami, " kata Francis, dalam sebuah pernyataan persnya.

"Saya hanya diizinkan untuk mengatakan bahwa kreasi itu untuk jamuan pesta, dan mereka sangat senang dengan hasil akhirnya," tambahnya, seperti dilansir dari Latintimes, Senin (14/4/2014).

Menurut pembuatnya, yang merupakan pemilik perusahaan Lick Me I'm Delicious, es krim Viagra juga dijuluki "Si Pembangkit Gairah". Tak mengherankan, sebab setiap sendok es krim mengandung 25 mg dosis Viagra. Ini benar-benar Viagra, yang juga dikenal sebagai Sildenafil, dan digunakan untuk mengatasi masalah disfungsi seksual pada laki-laki. Sementara Viagara tidak memiliki rasa, Francis menambahkan sampanye untuk rasa es krim lebih nikmat.

"Kami membuat es krim berbagai rasa untuk beragam acara. Klien kami mendekati dan bertanya apakah mungkin membuat es krim Viagra? Kami menghabiskan beberapa hari di dapur untuk meraciknya. Mudah ketika mencampurkan Viagra, tapi tidak ketika dengan sampanye, terasa lebih sulit," ungkapnya.

Tentu, ini menimbulkan pertanyaan, apakah es krim Viagara memiliki efek yang sama ketika konsumen mengonsumsi tablet Viagra secara langsung? Francis mengatakan, "Ya, buktinya klien klien sangat senang dengan hasil akhirnya," ujarnya.

Mencampur Viagra dan es krim terdengar seperti sebuah cara meraih kesuksesan secara instan. Ketika ditanya tentang masa depan produk semacam ini, Francis mengatakan bahwa mungkin saja tersedia untuk masyarakat umum dalam waktu dekat.

"Hahaha, jika mereka menginginkannya, semua es krim bisa dipesan untuk setiap momen dan kebutuhan. Jadi, jika lebih banyak orang nantinya ingin es krim Viagra buatan saya, saya bisa membuatkannya untuk mereka," ujar Francis.

Awal tahun ini, Francis membuat debutnya dengan glow in the dark ice cream yang dibuat dengan protein dari ubur-ubur. Protein ubur-ubur bisa diaktifkan dengan zat kalsium, yang berarti, es krim akan mulai bersinar setelah konsumen menjilatnya. (ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Windy "Idol" Curi Ilmu Masak dari Ibunda

Posted: 14 Apr 2014 08:03 AM PDT

KEBISAAN masak seseorang biasanya tidak lepas dari peran ibu, begitu pula Windy "Idol". Dia mengaku bila ilmu memasaknya didapatkan dari sang ibunda.

"Aku bisa masak berkat ibu, ilmu memasak yang ibu miliki aku ambil buat bekal. Soalnya, wanita itu kan harus bisa masak," ucap Windy  "Idol" kepada Okezone di Jakarta.

Pemilik nama asli Windy Yunita Ghemary mengaku kerap melihat bundanya memasak. Dari situlah timbul keinginan untuk bisa memasak.

"Aku memang hobi dan suka memasak, apalagi dari kecil aku suka lihat dan bantuin mama masak. Dari situ timbul ketertarikan aku untuk bisa masak," paparnya.

Menurutnya, kebisaan dirinya memasak memang sangat diperlukan. Terlebih sang ibunda, meminta Windy nantinya harus bisa memasak ketika sudah berkeluarga.

"Pertama itu aku suka sama kulineran, jadinya aku pengen buat sesuatu yang bisa aku lakukan sendiri dan bisa buat orang lain,  lagi pula kan aku seorang wanita," bebernya.

Sebelum bisa memasak, pekerjaan yang harus dilakukan adalah sebatas mencuci peralatan memasak. Diakuinya, ia pun sering memperhatikan bundanya saat masak.

"Aku nggak langsung dikasih masak sama ibu, hanya sebatas mencuci, belanja sama membersihkan dapur saja. Butuh waktu lama untuk bisa megang peralatan masak," kenangnya.

Windy merasa beruntung bisa diajarkan oleh bundanya memasak, sehingga bisa menambah ilmu baru dalam hidupnya.

"Sekitar satu tahun, aku baru dikasih masak. Awalnya hanya mengupas dan memotong. Baru deh, ibu kasih aku untuk bisa masak. Pastinya, tetap dibimbing sama ibu," tutupnya tersenyum. (ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Tidak ada komentar: