Senin, 05 Mei 2014

“Es Goyang Tak Kalah Saingi Es Satu Dolar Singapura” plus 2 more

“Es Goyang Tak Kalah Saingi Es Satu Dolar Singapura” plus 2 more


Es Goyang Tak Kalah Saingi Es Satu Dolar Singapura

Posted: 05 May 2014 06:27 AM PDT

Winda Destiana - Okezone
Senin, 5 Mei 2014 20:27 wib
detail berita
Es Goyang (Foto: Winda/Okezone)

SAAT kecil, Anda tentu mengenal es goyang, yang memang pernah berjaya di masanya. Meski sudah jarang terlihat dijajakan, beberapa penjual masih menjaga keklasikannya.  
Aman, salah seorang pembuat sekaligus penjual es goyang, mengatakan bahwa meski banyak variasi es yang berkembang, kehadiran es goyangnya tetap selalu diminati. "Masih banyak kok yang mencari es ini, biasanya saya bawa 1.000 potong dan selalu habis per harinya," katanya kepada Okezone saat ditemui di festival kuliner Pasar Senggol Summarecon Bekasi, Jawa Barat, belum lama ini.
 
Dia menambahkan, meski banyak penjual menawarkan es krim dengan ragam bentuk kreatif, es goyang buatannya masih bisa bertahan. Bahkan, dia mengakui bahwa masih banyak orang mencarinya. Aman tak merasa takut tersaingi dengan kehadiran es-es modern dan bervariasi tersebut. Ia merasa bahwa es goyangnya tetap memiliki pelanggan setia.
 
Seolah tak mau kalah dengan fenomena es satu dolar ala Singapura, Aman selalu menjajakan es goyangnya di seputaran area mal Summarecon Bekasi dan Summarecon Serpong yang merupakan cabangnya. Ia menurutkan, pihak mal membiarkannya berjualan di sekitaran area guna melestarikan makanan tradisional tersebut.
 
"Saya biasa keliling di sekitaran mal. Alhamdulillah, 1.000 potong selalu habis terjual. Jadi, tak kalah dengan es satu dolar itu," ujarnya, sambil tertawa.
 
Es goyang buatan Aman memiliki berbagai variasi rasa, di antaranya cokelat, pisang, stroberi, durian, dan kacang hijau. Es goyang yang telah dikeluarkan dari pendingin itu kemudian dicelupkan ke dalam cairan cokelat pekat dan ditaburi kacang tanah goreng yang telah dicincang kasar. Es goyang pun siap disantap. Sepotong es goyang buatan Aman dibanderol harga Rp10 ribu per potong.
(ftr)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Nikmatnya Cynthia Lamusu Makan Pakai Tangan

Posted: 05 May 2014 05:00 AM PDT

Johan Sompotan - Okezone
Senin, 5 Mei 2014 19:00 wib
detail berita
Cynthia Lamusu (Foto:Okezone)
SEBAGIAN orang memilih makan menggunakan sendok dan garpu demi imej saat dilihat orang lain. Namun, penyanyi Cynthia Lamusu mengaku menikmati makan memakai tangan.

Istri actor Surya Saputra ini mengatakan bahwa dengan menggunakan tangan, momen makan jadi lebih simpel.
 
"Makan pakai sendok ribet banget, apalagi kalau makan ikan. Harus melepas sendok untuk mengambil dagingnya. Kalau pakai tangan kan langsung. Makanya aku sangat suka pakai tangan kalau makan," tutur Cynthia Lamusu kepada Okezone di Jakarta, baru-baru ini.

Menurutnya, makan dengan tangan merupakan ciri khas asli Indonesia. Ini membuat momen makan terasa memuaskan.
 
"Pakai tangan itu nikmat banget dan itu sudah menjadi ciri Indonesia, karena kita punya ras yang identik Melayu," bebernya.

Perempuan berdarah Gorontalo ini juga merasa tidak malu walaupun sekarang sudah menjadi public figure.
 
"Nagapain harus malu kalau makan pakai tangan, kan yang makan saya sendiri. Yang nikmatin makan kan saya, bukan orang lain. Enjoy saja makannya," paparnya.

Meski senang makan pakai tangan, Cynthia selalu ingat untuk menjaga kebersihan. "Pastinya cuci tangan, enggak enak kan kalau makan, tangannya kotor?," tutupnya.

(ftr)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Timnya Kalah, VJ "Junior MCI" pun Tereliminasi

Posted: 05 May 2014 04:05 AM PDT

KOMPETISI memasak Junior MasterChef Indonesia (MCI) kembali memulangkan dua kontestan. Kali ini, giliran VJ (10 tahun, asal Jakarta) dan Vera (12 tahun, asal Yogyakarta) yang harus terhenti di babak 13 besar.

Meski harus tersingkir dari ajang Junior MCI, VJ menerimanya dengan lapang dada. Bahkan, ia merasa ini bentuk tanggung jawabnya terhadap kontestan lain. Pasalnya, di babak Offside Challenge sebelumnya, VJ bertindak sebagai kapten tim merah, yang belakangan ternyata kalah.

"Aku masuk Pressure Test, aku kan kapten tim merah. Aku tereliminasi, ini merupakan bentuk tanggung jawabku," tutur VJ dengan nada sedih.

Kepulangannya dari Junior MCI lantaran ketiga juri menilainya tidak bisa melewati tantangan Pressure Test, yakni menduplikasi menu seafood chowder dengan baik. "Sup kamu sebenarnya lumayan, tapi masih berasa tepung mentahnya," ucap Chef Marinka.

Menurut VJ, dengan terhentinya di babak 13 besar, dia tetap berbesar hari. Apalagi, bisa menjadi bagian dari Junior MCI merupakan kebanggaan buatnya.

"Aku pulang juga tidak apa-apa. Buat aku, sudah bisa masuk dan sampai di 13 besar pun aku tetap semangat. Aku merasa beruntung dari sekian banyak yang ingin berada di Junior MasterChef," ujar VJ.

VJ mengaku tetap ingin meneruskan kebisaan memasaknya. "Soal masak aku akan terus jalankan, karena memang masak jadi kebanggaan aku," tutupnya.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Tidak ada komentar: