Jumat, 02 Mei 2014

“Gereget Santap Tahu Petai di Malam Hari” plus 2 more

“Gereget Santap Tahu Petai di Malam Hari” plus 2 more


Gereget Santap Tahu Petai di Malam Hari

Posted: 02 May 2014 06:05 AM PDT

HAI Chef, saya Tari (38). Saya ingin menjajal olahan masakan dari tahu. Biasanya, tahu saya buat berkuah, bacem, maupun sekadar digoreng. Adakah kreasi olahan tahu lainnya? Terima kasih jawabannya, Chef.

Tari-Solo

Jawab:
Jika ingin masak yang cepat dan gampang, tahu adalah jawabannya. Beragam bahan makanan bisa dipadu dengan tahu. Salah satunya, Anda bisa membuat tahu petai. Masaknya pun mudah.

Sebelum dipadu dengan petai, goreng dahulu tahu hingga matang. Angkat dan tiriskan. Lalu, siapkan wajan dan beri mentega. Penggunaan mentega adalah untuk memperkaya aroma masakan. Jika tak suka mentega, Anda bisa memberi minyak goreng sedikit saja.

Siapkan bumbu halus, terdiri dari lima butir bawang merah, satu siung bawang putih, dua cabai merah besar, serta tiga cabai merah keriting. Mengapa penggunaan bawang putih lebih sedikit? Pemakaian bawang putih yang terlalu banyak akan membuat seluruh masakan berubah dari segi rasa dan aroma. Pasalnya, bawang putih punya aroma yang tajam.

Selanjutnya, tumis bumbu hingga wangi. Tambahkan daun salam, daun jeruk, serai, serta lengkuas. Masukkan petai. Masak hingga petai setengah matang.

Tambahkan tomat yang sudah dipotong memanjang, aduk kembali. Kasih gula, garam, serta kecap manis. Aduk hingga merata. Terakhir, berikan air kaldu secukupnya. Masak hingga semua bahan matang. Angkat dan sajikan

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Siap-Siap, Festival Jajanan Bango 2014 Digelar Besok!

Posted: 02 May 2014 05:27 AM PDT

PARA penikmat kuliner tradisional Indonesia, bersiaplah ke Festival Jajanan Bango (FJB) 2014. Beragam menu lezat akan tersaji pada Sabtu, 3 Mei 2014, di Parkir Timur Gelora Bung Karno, Jakarta.

FJB 2014 akan menjadi lebih spesial karena hanya diadakan di tiga kota, yakni Jakarta, Medan, serta Makassar. Senior Brand Manager Bango PT Unilever Indonesia, Nuning Wahyuningsih, mengatakan bahwa Jakarta, tepatnya Gelora Bung Karno, menjadi kota pertama pagelaran FJB 2014.

Dia menjanjikan lebih banyak suguhan kuliner tradisional pada gelaran kali ini. Sekira 65 gerai makanan dari Indonesia bagian barat hingga timur akan tersaji untuk para pecinta kuliner, terutama yang menggunakan kecap. Berdasarkan penelusuran pihaknya, ternyata kecap adalah salah satu dari segelintir bumbu masak yang dapat menyatukan Nusantara. Kecap tidak hanya ditemui di kuliner Jawa dan sekitarnya, namun juga tersebar dari berbagai wilayah lainnya.Tak salah jika FJB 2014 mengambil tema "Ekspedisi Warisan Kuliner Barat ke Timur Nusantara".

"Karena selama ini banyak yang belum mengenal makanan Indonesia dari daerah tengah maupun timur, jadi di tahun ini kami ingin memperluasnya," tuturnya kepada Okezone di Jakarta, belum lama ini.

Nuning menegaskan, akan terdapat banyak pilihan makanan yang mungkin belum pernah dijumpai para pengunjung pada tahun kedelapan penyelenggaraan FJB. Khasanah kuliner pun turut mereka dapatkan karena FJB 2014 bukan sebatas memuaskan aroma dan rasa masakan kepada para pengunjung. Namun, menurut Nuning, juga edukasi makanan sehingga para pengunjung semakin mencintai kuliner Indonesia. Sebagai contoh, akan ada Kampung Bango yang menghadirkan informasi tentang kecap Bango di Indonesia yang sudah ada sejak 85 tahun lalu.

"Sehingga masyarakat akan semakin mengenal proses pembuatan kecap, dari bahan mentah hingga jadi," tutupnya.

Legenda kuliner yang berpatisipasi dalam FJB 2014, seperti Mie Aceh Sabang, Pindang Ikan Patin Pondok Wong Palembang, Nasi Minyak Jambi, Sate Klatak Mak Adi Yogyakarta, Tengkleng Klewer Bu Edi Solo, Tahu Tek Telor Cak Kahar Surabaya, Mie Koclok Mas Edi Cirebon, Nasi Uduk Babe H. Saman, Ikan Bakar Parape Ibu Etty, Coto Makassar Kedai Pelangi, serta masih banyak legenda kuliner Nusantara lainnya. (ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Kak Seto Tak Mau Makan Ikan Goreng

Posted: 02 May 2014 04:25 AM PDT

Johan Sompotan - Okezone
Jum'at, 2 Mei 2014 18:25 wib
detail berita
Kak Seto (Foto:okezone)
MENJALANI hidup sehat bukan berarti membuat seseorang lepas dari menyantap daging. Psikolog anak, Kak Seto, memilih hanya mengonsumsi ikan.

Pemilik nama asli Seto Mulyadi ini mengatakan fokus mengonsumsi makanan sehat sejak tiga tahun belakangan. "Saya memang sudah menjadi hidup sehat, tapi bukan berarti tidak makan daging sama sekali. Hanya ikan yang saya makan," tuturnya saat bertandang ke redaksi Okezone di Gedung HighEnd, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, baru-baru ini.

Menurutnya, ikan merupakan salah satu sumber protein yang memiliki gizi tinggi. Bahkan, dengan menyantap ikan ia merasa lebih sehat. Saking doyan makan ikan, Kak Seto mengaku dalam sepekan setidaknya tiga hingga empat kali menyantap menu berbahan ikan.

Meski hanya mengonsumsi ikan, Kak Seto tetap memilih olahan yang bisa memuaskan selera makannya. Ikan yang dimasak bukan dengan cara digoreng.

"Saya suka ikan berkuah maupun sebatas dikukus. Cara ini jauh lebih enak dan sehat," tutupnya.
 
(ftr)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Tidak ada komentar: