Minggu, 04 Mei 2014

“Nasi Uduk, Penyebab Kalahnya Tim Merah” plus 2 more

“Nasi Uduk, Penyebab Kalahnya Tim Merah” plus 2 more


Nasi Uduk, Penyebab Kalahnya Tim Merah

Posted: 04 May 2014 08:02 AM PDT

KESULITAN memasak di Junior MasterChef Indonesia terus diperlihatkan. Terlebih di episode kelima kontestan harus melalui tantangan offside challenge.

Di tantangan offside challenge, kontestan Junior MasterChef diharuskan memasak buat 50 orang anak yatim piatu. Di tantangan ini, kontestan dibagi dua tim, yakni merah dan biru.

Untuk tim merah diisi Afaf, Revo, VJ, Kimmy, Vera, Zidan, dan Mala. Sedangkan Biru, Patrick, Lia, Puput, Diandra, serta Alex.

Di tim merah, mereka harus memasak makanan Oriental, dimana di dalam menu masakannya terdapat nasi uduk, mi goreng kati, ayam saus oriental, es jeruk kelapa serta cap cay kuah.

Sementara untuk tim biru adalah nasi kuning, mi goreng cakalang, es cincau hitam, nasi kuning serta ayam bumbu rujak. Di tantangan ini, waktu memasak pun hanya tiga jam. Waktu ini ditentukan mengingat banyaknya jumlah orang yang akan menyantapnya.

Ketika waktu dimulai, masing-masing kontestan pun mulai menentukan timnya untuk memasak. Keseruan memasak pun terlihat. Tapi, ketika menginjak sisa waktu 30 menit semuanya berubah.

"Pas sisa waktu 30 menit, nasi uduk yang aku buat tumpah. Akhirnya aku harus membuatnya ulang," kata Zidan (13 tahun, asal Palembang) dengan nada sedih.

Terlebih, nasi uduk yang pertama dibuat dinilai oleh tim merah masih merasa kurang untuk jumlah 50 orang. Kepanikan pun terjadi.

"Astaga, sudah mau habis waktunya masalah pun tiba. Aku jadi khawatir soal nasi uduknya," jelas VJ (10 tahun, asal Jakarta).

Sebagai ketua pun, VJ meminta Afaf (11 tahun, asal Jakarta) untuk membantunya. Tapi, apa daya nasi uduknya pun berantakan.

"Rasanya mau nangis, nasi uduknya masih belum matang. Penggunaan airnya terlalu banyak. Aku nggak tahu harus ngapain lagi," papar Afaf dengan nada sedih.

Ketiga juri Junior MasterChef Indonesia pun juga menilai masakan tim merah sangat berantakan.

"Dari segi mi gorengnya sebenarnya enak, tapi mi yang dibuat terlalu over cook. Jadinya sangat kelembekan," jelas Chef Degan.

"Untuk Cap caynya juga sama, Capcaynya terlalu lama masaknya sehingga warna sayurannya nggak keluar," timpal Chef Marinka.

"Yang paling fatal adalah nasi uduk, sebenarnya nasinya enak cuma nasinya nggak matang," tutup Chef Arnold.

Karena nasi uduknya kurang matang inilah. Ternyata apa yang dialami oleh tim merah menjadi kenyataan. Timnya pun harus masuk ke pressure test karena hanya mendapatkan point 11 dari pin yang diberikan oleh anak yatim piatu, sedangkan biru mendapatkan 39 pin. (uky)
(ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Kekayaan Warisan Kuliner Barat hingga Timur Indonesia di Festival Jajanan Bango

Posted: 04 May 2014 07:00 AM PDT

FESTIVAL Jajanan Bango (FJB) telah menginjak usia ke-9, hadirnya festival kuliner ini makin mengeksiskan diri kuliner Indonesia di masyarakat Indonesia. Terlebih di tahun ini, persembahan kuliner diperluas dari Indonesia Barat ke Indonesia Timur.

Pemenuhan festival kuliner tahunan ini tak terlepas karena pihak Bango ingin terus memperkaya kuliner Indonesia dengan mengedukasi pengetahuan makanan Nusantara kepada masyarakat Indonesia. 

Dengan membawa potensi kuliner Indonesia semakin diperkaya dengan hadirnya 65 gerai makanan yang berasal dari Indonesia Barat, Tengah dan Timur.

"Selama ini banyak yang belum mengenal makanan Indonesia dari daerah tengah maupun timur, jadi di tahun ini kami ingin memperluasnya," ucap Senior Brand Manager Bango PT Unilever Indonesia, Nuning Wahyuningsih kepada Okezone di Jakarta.

FJB 2014 akan menjadi lebih spesial karena hanya diadakan di tiga kota, yakni Jakarta, Medan, serta Makassar. Kehadiran FJB pun bukan semata-mata hanya menampilkan kuliner saja, melainkan banyak edukasi yang dihadirkan. Salah satunya adalah kampung Bango. Masyarakat pun diajak untuk mengenal bahan serta pembuatan kecap Bango.

"Kami juga mengajak kepada masyarakat untuk bisa mengenal lebih dekat soal kehadiran kecap Bango yang ada sejak 85 tahun lalu, sehingga mereka semakin aware terhadap kecap Bango," jelasnya lagi.


Pada pembukaan Festival Jajanan Bango (FJB) yang ada di Parkir Timur Senayan, Jakarta tanggal 3 Mei 2014 kemarin dihadirkan pula tari-tarian khas Nusantara sebagai pengantar dalam hadirnya FJB di Jakarta sebagai kota pertama.

Semarak sembilan tahun Festival Jajanan Bango ini pun semakin lengkap dengan hadirnya pendokumentasian melalui eskpedisi kuliner yang dilakukan Bango demi hadirnya data secara resmi soal kuliner Indonesia.

Dengan cara inilah makin memperkuat soal kuliner Indonesia di mata dunia Internasional. Bahkan akan tidak mungkin bila kuliner Nusantara akan semakin dikenal oleh seluruh dunia atas kelezatannya. Bermodalkan 1001 data resep dan 966 alamat pelaku kuliner semakin memantapkan kecap Bango terus eksis di kuliner Indonesia.

"Kita ingin memperkenalkan betapa hebatnya kuliner Indonesia, sebab selama ini masih banyak yang belum tahu soal kuliner Indonesia. Penggunaan kecap pun juga memiliki benang merah dengan kuliner Indonesia. Apalagi, pemakaian kecap manis merupakan identik khas Indonesia," tegasnya.

Hadirnya Festival Jajanan Bango (FJB) ini pun juga turut dirasakan oleh wisatawan asing, yakni Erick yang berasal dari Denmark. Menurutnya, adanya festival kuliner ini ia semakin tahu bila kuliner Indonesia memiliki kekayaan makanan yang wajib dicicipi.

"Saya nggak menyangka bila Indonesia punya kuliner sebanyak ini, karena selama ini saya hanya tahu nasi goreng, mi goreng, sate ayam dan rendang saja. Ternyata Indonesia kaya akan kulinernya. Bagi saya festival kuliner seperti ini harus terus eksis sehingga dunia akan tahu bila kuliner Indonesia nggak boleh lagi dianggap enteng," tutur pria berusia 30 tahun.

Legenda kuliner

Dalam setiap kehadiran, Festival Jajanan Bango tak pernah melupakan kehadiran legenda kuliner yang terus menemani kepuasan masyarakat Indonesia. Terlebih, bagi mereka yang mengikuti FJB ini tentunya pun mendapat penilaian yang sempurna oleh kecap Bango. "Dalam menampilkan kuliner di FJB ini kami pun memiliki kriteria khusus, dimana 80 persen harus menjual kuliner Indonesia. Tentunya, harus pula memiliki kecap manis dalam pemakaian masakannya," lanjutnya.

Kehadiran legenda kuliner ini pun selalu dilakukan perotasian demi memunculkan sentuhan baru di ajang FJB setiap tahunnya, sehingga konsumen pun bisa puas dalam melahap kuliner Nusantara yang disuguhkan Bango.

Odong-Odong
Setiap tahun pastinya terus tampil dengan sentuhan yang berbeda, salah satunya FJB di 2014. Dimana, pihaknya pun menyuguhkan odong-odong. Kehadiran ini pun dilakukan adalah untuk mempermudah konsumen guna menuju Festival Jajanan Bango.

"Kami terus memuaskan konsumen, salah satunya dengan menghadirkan odong-odong. Dimana, konsumen tak lagi kesulitan menggapai FJB," tambahnya.

Kehadiran odong-odong ini hanya dihadirkan di Hotel Mulia serta di depan TVRI. Penempatan dua station ini karena memang dinilai sangat berdekatan dengan area FJB yang diperluas tiga kali lipat dari tahun sebelumnya.

Digital Saung
Selain menampilkan kampung Bango, di FJB tahun ini pun juga menyuguhkan edukasi kuliner lainnya yakni hadirnya digital saung. Di area ini, maka konsumen akan bisa mendengarkan secara langsung soal histori lahirnya kuliner Indonesia oleh Arie Parikesit, selaku pengamat kuliner Indonesia serta Ernanda Putra, fotographer instagram yang akan berbagi sharing soal pengambilan foto makanan dengan baik.

Beberapa diantaranya ada kuliner dari Barat Nusantara seperti Mie Aceh Sabang, Sate Padang Ajo Ramon, Soto Padang Hayuda, dan Martabak Kubang Hayuda.Kuliner dari Tengah Nusantara antara lain Tengkleng Klewer Ibu Edi Solo, Sate Jamur Cak Oney Yogyakarta, Sate Klatak Mak Adi Yogyakarta, Nasi Pindang Pak Ndut Semarang, Oseng-Oseng Mercon Bu Narti Yogyakarta, Mie Koclok Mas Edy Cirebon, Tahu Tek Telor Cak Kahar Surabaya, Lontong Balap Pak Ndut Surabaya, Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih Jakarta, Nasi Ulam Misjaya Jakarta, dan masih banyak lagi.

Timur Nusantara antara lain Sop Konro Depot Makassar, Ikan Parape Menu Tradisional Nenek Moyang, Soto Taliwang Bersaudara, Ayam Bakar Taliwang Bersaudara, Ayam Bakar Bali Qui, dan Dapur Mama Thia.

"Sebagai penutup kami hadirkan Project Pop untuk menambah semarak rangkaian Festival Jajanan Bango tahun ini," tutupnya dengan senyuman. (uky)
(ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Bahan Ini Bikin Air Kaya Rasa (2-habis)

Posted: 04 May 2014 06:07 AM PDT

panas akan membuat Anda gampang dehidrasi, air jadi pilihan utama untuk dikonsumsi. Biar lebih enak, maka perkaya dengan tambahan bahan makanan. Terpenting harus mengubah air jadi kaya akan rasanya.


Nah, berikut ini ada beberapa bahan makanan yang bisa dipakai untuk diberikan ke dalam air yang akan dikonsumsi, seperti dilansir Timesofindia.

Mangga
Jika ingin minum yang manis atau sedikit asam, mangga bisa dipergunakan. Tambahkan beberapa buah mangga untuk air dan sisihkan. Anda bisa menambahkan garam atau madu sesuai selera.

Ketimun
Beberapa iris mentimun untuk air tidak hanya menambah rasa tetapi juga mendinginkan selama musim panas.

Lime mint
Ini adalah cara klasik untuk menanamkan rasa alami dalam air. Kedua bahan ini memiliki banyak manfaat kesehatan. Selain manfaat kesehatan, bahan makanan ini cocok saat musim panas karena bisa menyegarkan.

Delima
Delima merupakan sumber antioksidan yang mengurangi radikal bebas dan mengurangi kolesterol. Caranya cukup berikan delima dengan air

Kiwi
Kiwi adalah buah mahal kaya akan vitamin C, E, potasium. Potong beberapa iris kiwi dan menambahkannya ke air .

Apel
Ambil apel merah segar. Juicy yang muncul dari apel yang sudah diiris bisa ditambahkan untuk botol air. Ini akan menanamkan air dengan rasa dan nutrisi yang sehat juga.

Mentimun dan serai
Dua bahan makanan ini memang cocok dikombinasikan apalagi selama musim panas, keduanya punya sifat mendinginkan. Iris mentimun dan membuangnya dengan serai ke dalam toples. Mentimun dan sereh rasa air adalah cara yang baik tetap dingin, terhidrasi dan sehat. (uky)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Tidak ada komentar: